Rupiah 'Lemas' di Level Rp13.990 per Dolar AS pada Jumat Pagi

Yuli Yanna Fauzie, CNN Indonesia | Jumat, 08/01/2021 09:22 WIB
Rupiah melemah 0,58 persen ke level Rp13.990 per dolar AS pada Jumat (8/1) pagi. Itu dipicu kenaikan imbal hasil surat utang AS. Rupiah melemah ke 0,58 persen ke level Rp13.990 per dolar AS pada Jumat pagi akibat kenaikan imbal hasil surat utang AS. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp13.990 per dolar AS pada Jumat (8/1) pagi. Posisi tersebut melemah 80 poin atau 0,58 persen dari Rp13.910 per dolar AS pada Kamis (7/1) sore.

Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya. Hanya yuan China yang menguat 0,09 persen dan dolar Hong Kong stagnan.

Sementara won Korea Selatan melemah 0,99 persen, ringgit Malaysia minus 0,15 persen, dolar Singapura minus 0,14 persen, baht Thailand minus 0,14 persen, yen Jepang minus 0,08 persen, dan peso Filipina minus 0,04 persen. 


Begitu juga dengan mata uang utama negara maju, mayoritas berada di zona merah. Hanya rubel Rusia yang menguat 0,1 persen dan dolar Kanada stagnan.

Sedangkan dolar Australia melemah 0,17 persen, franc Swiss minus 0,17 persen, euro Eropa minus 0,16 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,08 persen.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan rupiah berpotensi melemah pada hari ini. Proyeksinya, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp13.850 sampai Rp13.980 per dolar AS.

Potensi pelemahan nilai tukar berasal dari penguatan dolar AS yang didukung kenaikan tingkat imbal hasil (yield) surat utang atau obligasi AS.

[Gambas:Video CNN]

"Yield obligasi AS tenor 10 tahun sudah menembus ke atas 1 persen selama dua hari beruntun setelah sebelumnya bergerak di bawah 1 persen," kata Ariston kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/1).

Ariston mengatakan yield obligasi AS meningkat karena ada optimisme dari bank sentral AS, The Federal Reserve, terhadap prospek pemulihan ekonomi negeri Paman Sam.



(agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK