Rupiah Melemah ke Rp13.910, Kompak dengan Mata Uang Asia Lain

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 16:15 WIB
Rupiah melemah 0,21 persen ke posisi Rp13.910 per dolar AS pada Kamis (7/1) sore. Rupiah melemah karena kondisi politik di AS. Rupiah melemah 0,21 persen ke posisi Rp13.910 per dolar AS pada Kamis (7/1) sore. Rupiah melemah karena kondisi politik di AS. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.910 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Kamis (7/1) sore. Mata uang Garuda melemah 0,21 persen jika dibandingkan perdagangan Rabu (6/1) sore di level Rp13.895 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.938 per dolar AS atau melemah tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp13.926 per dolar AS.

Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Hanya yuan China yang terpantau menguat 0,06 persen.


Sisanya, yen Jepang melemah 0,32 persen, dolar Singapura melemah 0,02 persen, dolar Taiwan melemah 0,01 persen, won Korea Selatan melemah 0,11 persen, peso Filipina melemah 0,06 persen, rupee India melemah 0,14 persen, ringgit Malaysia melemah 0,31 persen, dan bath Thailand terpantau melemah 0,07 persen.

Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dolar Kanada melemah 0,09 persen dan franc Swiss melemah 0,32 persen. Hanya dolar Australia yang terpantau menguat 0,33 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan dolar AS yang menguat terhadap mata uang negara lain dipengaruhi kondisi politik di Amerika Serikat.

Senat yang dikendalikan Demokrat memang dianggap bagus untuk pertumbuhan ekonomi global dan sebagian besar aset berisiko. "Namun, ini berdampak negatif untuk obligasi dan dolar karena anggaran AS dan defisit perdagangan dapat semakin melebar," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Sementara, dari dalam negeri proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat 2020 yang masih akan terkontraksi di 2,2 persen hingga 0,9 persen membuat rupiah tertekan lebih parah.

Selain itu, awal tahun ini pemerintah melakukan pengetatan PSBB dikarenakan penyebaran pandemi covid-19 yang terus meningkat terutama di Jawa dan Bali.

"Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang di gadang-gadang oleh pemerintah sebesar 5 persen kemungkinan tidak akan tercapai dan PEMERINTAH kemungkinan akan merevisi pertumbuhan ekonominya di kuartal pertama," tutur Ibrahim.

Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup melemah 15 poin di level Rp13.910 per dolar AS. "Sedangkan untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan dibuka melemah di level Rp13.900 per dolar AS dan Rp13.950 per dolar AS," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK