Proyeksi Bank Dunia Angkat Rupiah ke Rp13.895 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2021 16:13 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 0,14 persen ke posisi Rp13.895 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (6/1) sore. Nilai tukar rupiah menguat 0,14 persen ke posisi Rp13.895 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (6/1) sore.(CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.895 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (6/1) sore.

Mata uang Garuda menguat 20 poin atau 0,14 persen jika dibandingkan perdagangan Selasa (5/1) sore di level Rp13.915 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp13.926 per dolar AS, atau menguat tipis dibandingkan posisi hari sebelumnya yakni Rp13.945 per dolar AS.


Sore ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,16 persen, peso Filipina menguat 0,07 persen, rupee India menguat 0,03 persen.

Sementara, Yen Jepang melemah 0,08 persen. Sedangkan, mata uang di negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,02 persen. Dolar Kanada melemah 0,01 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkap prediksi Bank Dunia terhadap ekonomi Indonesia tumbuh 4,4 persen pada 2021 menjadi katalis positif

Prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik didasarkan pada Pemerintah yang mendistribusikan dan meluncurkan vaksin yang efektif pada kuartal I 2021. Meski ekonomi mulai pulih, aktivitas ekonomi diprediksi masih belum kembali sepenuhnya seperti sebelum pandemi covid-19. Sebab, dampak pandemi bersifat jangka panjang.

"Dengan membaiknya data ekonomi baik eksternal maupun internal membuat pelaku pasar optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi baik global maupun Indonesia akan kembali membaik sehingga pelaku pasar kembali optimistis dan aliran modal asing akan kembali masuk dalam pasar finansial dalam negeri," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/1).

Sebelumnya, pada Oktober 2020 lalu, Bank Dunia sempat memprediksikan skenario terburuk. Apabila ekonomi RI tahun lalu cuma tumbuh minus 2 persen, laju ekonomi 2021 cuma 3 persen.

Sementara, apabila ekonomi tumbuh minus 1,6 persen pada 2020, laju ekonomi tahun ini 4,4 persen. Ekonomi Indonesia juga diprediksi semakin positif tahun depan. Bank Dunia meramalkan ekonomi Indonesia menyentuh 4,8 persen pada 2022.

[Gambas:Video CNN]



(age/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK