Jokowi Vaksinasi Corona Angkat Rupiah ke Rp14.060

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 16:11 WIB
Nilai tukar rupiah menguat 70 poin ke Rp14.060 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (13/1) sore. Nilai tukar rupiah menguat 70 poin ke Rp14.060 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (13/1) sore.(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.060 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (13/1) sore. Posisi ini menguat 70 poin atau 0,5 persen dari Rp14.130 persen pada Selasa (12/1).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.109 per dolar AS atau menguat dari Rp14.231 per dolar AS pada Selasa kemarin.

Rupiah memimpin penguatan mata uang Asia dari dolar AS. Penguatan diikuti oleh won Korea Selatan 0,42 persen, ringgit Malaysia 0,26 persen, rupee India 0,08 persen, baht Thailand 0,07 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.


Sisanya berada di zona merah. Dolar Singapura melemah 0,11 persen, yuan China minus 0,08 persen, yen Jepang minus 0,06 persen, dan peso Filipina minus 0,03 persen.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju. Hanya poundsterling Inggris yang menguat 0,08 persen.

Sedangkan rubel Rusia melemah 0,48 persen, dolar Australia minus 0,3 persen, dolar Kanada minus 0,17 persen, euro Eropa minus 0,15 persen, dan franc Swiss minus 0,07 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah menjadi yang terkuat di deretan mata uang Asia karena sentimen dimulainya vaksinasi virus corona atau covid-19 di Indonesia pada hari ini. Vaksinasi ditandai dengan penyuntikan perdana ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pagi tadi.

"Ini karena Presiden Jokowi menjadi Warga Negara Indonesia pertama yang mendapat suntikan vaksin Sinovac," kata Ibrahim.

Di sisi lain, penguatan rupiah juga datang dari global, yaitu penantian pasar terhadap kebijakan Joe Biden ke depan. Khususnya stimulus fiskal baru.

Begitu juga dengan tingginya jumlah kasus covid-19 di dunia. Hal ini membuat investor beralih ke aset safe haven.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK