Kenaikan Imbal Hasil Surat Utang AS Tekan Rupiah ke Rp14.130

CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2021 16:15 WIB
Rupiah melemah ke Rp14.130 per dolar AS pada Selasa (12/1) sore akibat tertekan kenaikan imbal hasil surat utang AS. Rupiah melemah ke Rp14.130 per dolar AS pada Selasa 912/1) sore. Pelemahan juga dipicu peningkatan kasus corona. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.130 per dolar AS pada Selasa (12/1) sore. Posisi ini melemah 60 poin atau 0,04 persen dari Rp14.070 per dolar AS pada Senin (11/1).

Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.231 per dolar AS atau melemah dari Rp14.155 per dolar AS pada Senin kemarin.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama won Korea Selatan minus 0,25 persen dan ringgit Malaysia minus 0,25 persen. Sedangkan mata uang Asia lainnya berada di zona hijau.


Yuan China menguat 0,22 persen, peso Filipina 0,11 persen, dolar Singapura 0,08 persen, rupee India 0,04 persen, yen Jepang 0,02 persen, baht Thailand 0,01 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.

Untuk mata uang utama negara maju, mayoritas berada di zona hijau. Hanya franc Swiss yang melemah 0,02 persen.

Rubel Rusia menguat 0,38 persen, dolar Australia 0,26 persen, dolar Kanada 0,2 persen, poundsterling Inggris 0,19 persen, dan euro Eropa 0,04 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah melemah karena pergerakan tingkat imbal hasil atau yield surat utang AS, US Treasury bertenor 10 tahun masih meningkat di pasar. Pelaku pasar keuangan pun berekspektasi yield terus naik.

[Gambas:Video CNN]

"Ekspektasi ini mendorong dolar AS terus menguat," ucap Ibrahim, Selasa (12/1).

Selain itu, pelemahan juga terjadi karena jumlah kasus harian virus corona atau covid-19 bertambah di sejumlah negara, termasuk di China. Hal ini memberi sinyal penguncian wilayah (lockdown) akan diberlakukan lagi, sehingga rupiah ikut tertekan.

Kendati begitu, Ibrahim menilai pelemahan mata uang Garuda tidak signifikan karena ada penopang berupa mendaratnya 15 juta vaksin covid-19 dalam bentuk bahan baku dari Sinovac, perusahaan farmasi China ke Indonesia pada hari ini. Bahan baku ini selanjutnya akan digunakan PT Bio Farma (Persero) untuk menghasilkan 12 juta vaksin jadi pada Februari 2021.



(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK