Anggaran Vaksin Corona Bisa Ditekan Jadi Rp66 T

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 20:56 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin menuturkan anggaran program vaksinasi corona bisa ditekan menjadi Rp66 triliun dengan memaksimalkan jatah vaksin gratis global. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan anggaran program vaksinasi corona bisa ditekan dari sekitar Rp75 triliun menjadi Rp66 triliun.(ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan anggaran program vaksinasi corona bisa ditekan dari sekitar Rp75 triliun menjadi Rp66 triliun. Dengan syarat, Indonesia bisa memaksimalkan jatah vaksin gratis dari Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI) COVAX Facility.

"Angkanya (anggaran vaksin) Rp66 triliun-Rp75 triliun. Bergantung vaksin dari GAVI berapa, karena GAVI gratis, kalau dapat banyak, (anggarannya) Rp66 triliunan tapi kalau tidak Rp75 triliun," ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX, Rabu (13/1).

Oleh sebab itu, ia mengaku berharap Indonesia bisa mendapatkan jatah maksimal dari GAVI. Budi pernah menuturkan jika Indonesia mendapatkan jatah di kisaran 54 juta-108 juta dosis vaksin covid-19.


Harapannya, jatah vaksin gratis dari GAVI bisa maksimal terlebih setelah Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi terpilih sebagai co-chair Covax AMC Engagement Group yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tersebut.

"Jadi, Indonesia sukses memasukkan wakilnya di organisasi dunia yang menentukan alokasi vaksin. Kalau tidak salah mereka akan meeting pada 15 Januari atau 18 Januari ini untuk menentukan alokasi vaksin 2 miliar ini ke negara-negara mana saja," jelasnya.

Terkait anggaran, ia mengatakan telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun, Budi masih enggan membeberkan angka pastinya karena Sri Mulyani masih mempertimbangkan sumber dana tersebut.

"Anggaran ini memang belum masuk, sudah ada diskusi dari kami dengan Kemenkeu sudah ada angka dasarnya. Tapi, sedang dibicarakan masuknya dari mana, apakah masuk lewat PEN, BA-BUN atau revisi anggaran," jelasnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan program pengadaan vaksin virus corona dari GAVI membantu anggaran negara untuk penyediaan vaksin. Saat ini, Indonesia telah menandatangani formulir B permintaan vaksin tersebut.

"Vaksin dari COVAX ini tentu akan banyak membantu dari kemampuan anggaran kita untuk bisa memenuhi kebutuhan program vaksinasi," ujarnya dalam acara Penandatanganan Formulir Vaksin GAVI COVAX Facility.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK