Jokowi Minta Pengawasan OJK Tidak Boleh Mandul

CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 20:54 WIB
Presiden Jokowi meminta OJK untuk menindak tegas seluruh transaksi keuangan yang menjurus pada fraud dan mengeluarkan taringnya untuk menjadi kredibilitas. Presiden Jokowi meminta OJK untuk menindak tegas seluruh transaksi keuangan yang menjurus pada fraud dan mengeluarkan taringnya untuk menjadi kredibilitas. (Lukas - Biro Pers Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga dengan baik apa yang telah dicapai industri jasa keuangan di tahun-tahun sebelumnya. Ia meminta wasit industri jasa keuangan itu untuk menindak tegas seluruh transaksi keuangan yang menjurus pada fraud.

"OJK juga tidak boleh mandul, tidak boleh masuk angin, harus mengeluarkan taringnya dan menjaga kredibilitas dan integritas, ini sangat penting," ucap Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021, Rabu (15/1).

Jokowi mendorong OJK untuk membangun sistem yang dapat meningkatkan kepercayaan internasional terhadap industri jasa keuangan Indonesia. Hal tersebut, menurutnya, penting untuk membangun kredibilitas pasar keuangan domestik.


"Kita harus membangun sebuah sistem internal yang baik, sistem yang berstandar internasional, sehingga meningkatkan kepercayaan dunia internasional pada industri jasa keuangan kita," ujarnya.

Di samping itu, ia juga meminta pelaku industri jasa keuangan terus menjaga kepercayaan pasar dengan sebaik-baiknya. "Tidak boleh ada lagi praktek-praktek yang merugikan masyarakat," imbuhnya.

Terakhir, Jokowi mendorong industri jasa keuangan di Indonesia untuk meningkatkan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Pasalnya mereka juga memiliki potensi besar untuk berkembang dan mendukung perekonomian nasional.

"Jangan hanya melayani yang besar-besar saja, yang itu-itu saja, pelaku kecil yang memiliki potensi yang skalanya sangat besar juga harus diberikan prioritas," terangnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK