Imbas Banjir Kalsel, Jalur Ekonomi Lintas Provinsi Lumpuh

CNN Indonesia | Sabtu, 16/01/2021 13:17 WIB
Hujan deras membuat ruas Jalan Gubernur Syarkawi, penghubung Kalsel dan Kalteng, berbahaya untuk dilintasi truk pengangkut bahan pokok dan BBM. Hujan deras membuat ruas Jalan Gubernur Syarkawi, penghubung Kalsel dan Kalteng, berbahaya untuk dilintasi truk pengangkut bahan pokok dan BBM. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S).
Jakarta, CNN Indonesia --

Jalur ekonomi lintas provinsi di Kalimantan Selatan (Kalsel) lumpuh akibat banjir. Jalur tersebut merupakan jalan angkutan truk pembawa bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM) dan barang penting lainnya, 

"Dengan kondisi banyak jalan yang tergenang di, Jalan Gubernur Syarkawi yang merupakan perlintasan truk dari Kalsel ke Kalimantan Tengah dan sebaliknya, maka otomatis aktivitas ekonomi terganggu," terang Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Maesa Soegriwo di Banjarmasin, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (16/1).

Maesa menerangkan kondisi Jalan Gubernur Syarkawi yang membentang dari Kecamatan Gambut hingga ke Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar dan tembus ke Desa Trantang, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala rusak dan berlubang.


Ketika hujan deras terus mengguyur, ruas jalan itu menjadi kubangan yang sangat berbahaya bagi kendaraan melintas seperti truk-truk besar.

Karenanya, petugas meminta truk-truk yang berniat melintas berhenti dahulu saat jalan tergenang untuk mencegah kecelakaan.

Dirlantas juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait seperti Dinas Perhubungan dan Balai Transportasi untuk segera memperbaiki jalan ketika kondisi cuaca normal.

"Kami harapkan jalan yang terjadi kerusakan segera diperbaiki agar tidak sampai mengganggu aktivitas ekonomi karena jalur ini sangat vital," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Dilaporkan Antara, salah satu sopir truk Rahmadi mengaku sudah tiga hari tidak bisa jalan dan tidur di atas mobil lantaran kondisi banjir di Jalan Gubernur Syarkawi.

"Mudah-mudahan banjir segera surut agar kami beraktivitas normal lagi dan bisa pulang ke rumah juga tentunya," ujar Rahmadi.

(Antara/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK