Korsel Lirik Investasi Transportasi di Bekasi, Bali dan Batam

CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2021 15:47 WIB
Korea Selatan (Korsel) melirik investasi sektor transportasi di Bekasi Proving Ground, perkeretaapian di Bali, dan Bandara Hang Nadim, Batam. Korea Selatan (Korsel) melirik investasi sektor transportasi di Bekasi Proving Ground, perkeretaapian di Bali, dan Bandara Hang Nadim, Batam. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Korea Selatan (Korsel) menyampaikan minat investasi pada sektor transportasi di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam pertemuan bilateral Duta Besar Republik Korea Park Tae-sung dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada Rabu (6/1) di kantor pusat Kementerian Perhubungan.

Dalam pertemuan itu, Korsel menyampaikan ketertarikannya dalam kerja sama pengembangan proyek Bekasi Proving Ground, pengembangan perkeretaapian di Bali, serta pengembangan Bandar Udara Hang Nadim, Batam.

Menyambut hal itu, Budi Karya mendorong kerja sama kedua negara di sektor infrastruktur transportasi, khususnya melalui skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).


"Saya juga mengundang dan menyambut baik minat dan partisipasi sektor swasta Republik Korea untuk berinvestasi dalam proyek transportasi Indonesia melalui skema Public Private Partnership (PPP)," ujar Menhub dikutip dari keterangan resmi, Kamis (7/1).

Selain itu, Budi Karya juga kembali mengundang Pemerintah Korsel untuk berpartisipasi dalam pengembangan transportasi di Ibu Kota Negara (IKN) baru. Khususnya, untuk pengembangan sistem perkeretaapian di ibu kota baru.

"Saya mengundang dan menyambut baik gagasan dan investasi Republik Korea untuk mendukung pembentukan sistem transportasi yang cerdas dan ramah lingkungan di ibu kota negara baru," katanya.

Dalam bidang sumber daya manusia (SDM), Budi Karya menyambut baik kerja sama peningkatan kapasitas SDM di sektor transportasi, khususnya bidang perkeretaapian.

Republik Korea juga memberikan beasiswa bagi pegawai Kementerian Perhubungan untuk melanjutkan studi jenjang S2 di Universitas di Republik Korea.

Budi Karya juga mengundang Korsel untuk bekerja sama dalam program pertukaran personel, program beasiswa atau kuliah umum yang diberikan oleh tokoh atau pakar terkemuka di bidang transportasi dari Republik Korea.

"Saya mengundang bapak duta besar untuk dapat meluangkan waktu dan berpartisipasi dalam kegiatan ambassadorial lectures dan memberikan kuliah umum kepada politeknik dan akademi binaan Kementerian Perhubungan," katanya.

Sementara itu, Indonesia dan Korsel telah menjalin hubungan bilateral sektor transportasi dalam kerangka kerja Sama Official Development Assistance (ODA) Program.

Sejumlah proyek yang masuk dalam program ini yakni, Master Plan for Improving Bus Terminal in the Republic of Indonesia and Intelligent Transport System (ITS) serta Basic Design and Pilot Project of Bus Information Management System (BIMS) for Jakarta.

Kedua negara juga bekerja sama dalam peningkatan dan pengembangan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) dan kegiatan pembangunan kapal navigasi kelas III.

Tujuan program itu untuk mendukung peningkatan sarana dan prasarana konektivitas, percepatan pembangunan ekonomi kelautan, dan pelaksanaan tol laut dalam mendukung sistem logistik.

Kedua negara juga menjalin kerja sama pengadaan mobil listrik Hyundai Ionic sebagai kendaraan dinas Budi Karya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK