Total Hengkang dari Asosiasi Minyak AS

CNN Indonesia | Senin, 18/01/2021 14:47 WIB
Total, perusahaan minyak asal Prancis keluar dari asosiasi perusahaan minyak raksasa dunia di Amerika Serikat pada Jumat (15/1) pekan lalu. Total, perusahaan minyak asal Prancis, keluar dari asosiasi perusahaan minyak raksasa dunia di Amerika Serikat pada Jumat (15/1) pekan lalu.(AFP/JEAN-FRANCOIS MONIER).
Jakarta, CNN Indonesia --

Total SE, perusahaan minyak asal Prancis keluar dari asosiasi perusahaan minyak raksasa dunia di Amerika Serikat (The American Petroleum Institute/API) pada Jumat (15/1) pekan lalu.

Melansir CNN Business, Total hengkang dari API karena berselisih soal cara mitigasi dampak perubahan dan krisis iklim. Langkah berani ini ditunjukkan sebagai komitmen Total terhadap perjanjian iklim Paris yang ingin menghasilkan energi rendah emisi yang lebih ramah lingkungan.

Sebelumnya, Total juga sudah menunjukkan tanda-tanda komitmen yang lebih agresif soal krisis iklim bersama British Petroleum (BP), perusahaan minyak asal Inggris. Komitmen keduanya lebih dari para perusahaan minyak AS, seperti ExxonMobil, Chevron, dan lainnya.


Salah satunya dengan memasang target tercapainya bahan bakar minyak (BBM), mulai dari bensin, solar, hingga bahan bakar jet, dengan kandungan karbon nol persen pada 2050.

"Kami berkomitmen untuk memastikan secara transparan bahwa asosiasi industri di mana kami menjadi anggotanya mengadopsi posisi dan pesan yang selaras dengan grup dalam perang melawan perubahan iklim," kata CEO Total Patrick Pouyanne.

Namun, hal ini tampak kurang selaras dengan kebijakan API yang justru memberi dukungan untuk pembatalan aturan pemerintah AS tentang emisi metana pada November 2019. API juga menjadi bagian dari penentang kebijakan subsidi untuk kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan.

Teranyar, API dikabarkan mendukung perusahaan yang menentang partisipasi AS dalam perjanjian iklim Paris. Kendati begitu, API sempat menyatakan bahwa asosiasi tetap mendukung perjanjian iklim Paris untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengentaskan kemiskinan di seluruh dunia.

CEO API Mike Sommers menyatakan asosiasi akan bekerja sama dengan presiden AS terpilih Joe Biden untuk mengurangi emisi metana. Ia berharap pemerintah Biden juga bisa memberi dukungan melalui aturannya nanti.

"Kami terbuka untuk kemungkinan regulasi lebih lanjut di ruang ini," ucap Sommers.

Di sisi lain, API menghargai keputusan Total untuk keluar. "Kami percaya bahwa energi dunia dan tantangan lingkungan cukup besar sehingga banyak pendekatan berbeda diperlukan untuk menyelesaikannya dan kami mendapat manfaat dari keragaman pandangan," ungkap juru bicara API.

Direktur Minyak dan Gas Ceres Andrew Logan menilai keputusan Total akan merugikan API. Sebab, langkah ini mungkin akan diikuti oleh para perusahaan minyak lain yang konsentrasi dengan dampak perubahan iklim untuk membentuk asosiasi baru dan akan memberi pengaruh ke perkembangan pasar minyak ke depan.

"Ini merupakan pukulan serius bagi API, yang pengaruhnya sebagian besar berasal dari klaimnya sebagai suara seluruh industri minyak dan gas," jelas Logan.

Saat ini, asosiasi perusahaan minyak yang didirikan pada 1919 itu, memiliki anggota dari perusahaan di luar AS, seperti BP dan Shell, di samping para perusahaan minyak negeri Paman Sam, seperti ExxonMobil, Chebron, ConocoPhilips, dan lainnya. API sendiri berfungsi sebagai pembentuk aturan dan pengendali pasar minyak di dunia.

Senada, Direktur InfluenceMap Edward Collins melihat kepergian Total bisa saja diikuti oleh BP dan Shell. Apalagi, kedua perusahaan Eropa itu juga berkomitmen pada perjanjian iklim Paris dan target karbon nol persen pada 2050.

Manajemen BP sempat menyatakan ingin membuat API turut serta mendukung perjanjian tersebut. "Kami tetap berkomitmen untuk mencoba mempengaruhi asosiasi tersebut dari dalam," ucap manajemen BP.

Sementara Shell memberi sinyal akan meninjau kembali keanggotaan mereka di API, meski tidak mengisyaratkan segera keluar. "Hasilnya, kami merasa bermanfaat untuk tetap menjadi anggota sehingga kami dapat terus mengadvokasi perubahan dari dalam," tutur juru bicara Shell.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK