ESDM Bakal Bangun Taman Panel Surya Seperti di Abu Dhabi

CNN Indonesia | Minggu, 17/01/2021 08:07 WIB
Kementerian ESDM berencana membangun taman panel surya (solar park) di Indonesia bagian timur sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan EBT. Kementerian ESDM berencana membangun taman panel surya (solar park) di Indonesia bagian timur sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan EBT. Ilustrasi. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengembangkan taman panel surya (solar park) di Indonesia bagian timur. Hal itu sebagai upaya untuk meningkatkan porsi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan konsep pembangunan solar park merupakan bagian dari pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala besar di lahan yang luas.

"Kami merencanakan bangun solar park seperti yang ada di Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), Portugal, dan Arab Saudi. Satu hamparan besar isinya solar panel saja," ujar Dadan seperti dikutip dari keterangan resmi, Minggu (17/1).


Rencananya, pengembangan solar park dipusatkan di Indonesia bagian timur dengan memanfaatkan wilayah-wilayah yang kering, memiliki radiasi sinar matahari yang bagus, dan cerah hujan rendah.

"Makin ke timur, khususnya di daerah-daerah yang kering, sinar matahari bagus, jarang hujan," ujarnya.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya mencapai target peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam negeri. Sebagai catatan, Kementerian ESDM mematok target peningkatan kapasitas PLTS mencapai 17.687 MW pada 2035.

[Gambas:Video CNN]

Menurut Dadan, pengembangan PLTS secara masif didorong lantaran keekonomiannya saat ini sudah kompetitif. Artinya, PLTS mampu bersaing dengan pembangkit fosil seperti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Memang kalau PLTU bisa sebagai base load, PLTS hanya pada saat mataharinya ada. Bagaimana mencapainya? Ini kombinasi antara kesiapan dan pendapatan keekonomian yang baik, aspek teknis juga, supaya PT PLN tidak kesulitan menerima PLTS skala besar," katanya.

(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK