Tarif KRL Yogya-Solo Rp1, Uji Coba Terbuka Mulai 1 Februari

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 10:28 WIB
KCI akan memulai uji KRL Yogya-Solo. Dalam uji coba terbuka untuk masyarakat umum, tarif dipatok Rp1. KCI akan memulai uji KRL Jogja-Solo. Dalam uji coba terbuka untuk masyarakat umum, tarif dipatok Rp1. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Bisma Septalismaa).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan memulai uji coba KRL Yogya-Solo dengan penumpang terbatas setelah melakukan integrasi sistem dalam beberapa bulan terakhir. Tarif KRL uji coba Yogya-Solo dipatok Rp1 untuk masyarakat umum.

Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti mengatakan uji coba tersebut dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, yakni 20 hingga 31 Januari, khusus bagi para undangan yang berasal dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta media dan komunitas.

Sedangkan pada uji coba tahap kedua, yakni pada 1 hingga 7 Februari, dibuka untuk masyarakat umum.


"Selama masa uji coba ini kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, stakeholders, dan instansi pemerintah terkait mengenai pelayanan, operasional, aturan, penggunaan tiket, dan tata tertib menggunakan KRL," ujar Wiwik dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com Kamis (21/1).

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri menyampaikan pengembangan elektrifikasi kereta api atau KRL di Yogya-Solo merupakan komitmen pemerintah untuk menyediakan sarana perkeretaapian yang efektif, efisien, dan terjangkau bagi masyarakat.

Sebelumnya, jalur kereta api Yogya-Solo telah dilayani Kereta Rel Diesel (KRD) Prambanan Ekspres (Prameks) yang okupansinya terus meningkat dan perpanjangan jalur hingga ke Stasiun Kutoarjo.

"Kenaikan ini membuat Ditjen Perkeretaapian bersama PT KAI perlu melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan transportasi massal yang memadai di jalur Yogya-Solo," tuturnya.

Lebih lanjut, Zulfikri mengatakan bahwa pemilihan elektrifikasi di koridor Yogya-Solo juga sudah sesuai dengan hasil studi kelayakan yang dilakukan.

Dalam studi itu disebutkan dengan penduduk hampir mencapai 10 juta, pada 2021 potensi pertumbuhan penumpang kereta api jalur Yogya-Solo diprediksi mencapai 5.921.890 dan meningkat sebesar 29.320.769 pada 2035.

KRL juga akan mendukung konektivitas transportasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur dan mendorong kegiatan pemulihan ekonomi kawasan yang terdampak dengan pandemi covid-19.

"Selain itu, secara teknis koridor, Yogya-Solo ini sudah jalur ganda jadi lebih mudah dan lebih efisien pembangunannya," tegas Zulfikri.

Pada saat beroperasi nanti, tarif yang dikenakan penumpang adalah sebesar Rp8.000 atau sama dengan tarif KA Prameks yang selama ini sudah melayani koridor Yogya-Solo.

"Tarif untuk tahun pertama disamakan dengan tarif KA Prameks dan ini sudah mendapat subsidi PSO dari Pemerintah," tambah Zulfikri.

Nantinya pengoperasian KRL Yogya-Solo ini akan terus dievaluasi untuk melihat okupansi serta animo masyarakat dalam menggunakan KRL.

"Adapun KA Prameks saat ini masih tetap beroperasi dengan penyesuaian waktu layanan KRL yang nantinya diharapkan dapat seluruhnya digantikan oleh KRL," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK