Kartu Prakerja Gelombang 12 Bakal Dibuka, Tunggu Restu KCK

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 14:08 WIB
Pemerintah akan membuka kembali pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 12 setelah menerima keputusan dari Komite Cipta Kerja (KCK). Pemerintah akan membuka kembali pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 12 setelah menerima keputusan dari Komite Cipta Kerja (KCK). (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah akan membuka kembali pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 12 pada tahun ini. Namun, Manajemen Pelaksana (PMO) belum memberikan tanggal pasti pembukaan gelombang 12.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menuturkan pembukaan gelombang 12 masih menunggu keputusan dari Komite Cipta Kerja (KCK).

"Pembukaan gelombang 12 akan saya kabari begitu sudah ada keputusan dari KCK. Pokoknya, begitu ada kabar, saya pasti akan sampaikan," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (26/1).


Louisa juga enggan menjawab saat ditanya apakah gelombang 12 Kartu Prakerja dibuka bulan ini atau Februari 2021 mendatang.

Kartu Prakerja gelombang 11 sebelumnya dibuka Senin (2/11) lalu, pada pukul 12.00 WIB. Namun, pendaftarannya sudah ditutup pada Rabu (4/11) pukul 12.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan PMO belum membayarkan semua insentif kepada peserta yang lolos pada gelombang 11 kemarin.

Pasalnya, jadwal pembayaran insentif untuk setiap peserta berbeda-beda bergantung pada penyelesaian pelatihan Kartu Prakerja.

Dengan perhitungan akhir penyelesaian pelatihan Kartu Prakerja gelombang 11 pada 15 Desember 2020, maka peserta mendapatkan pembayaran insentif pertama sekitar sepekan selanjutnya atau 22 Desember 2020.

Selanjutnya, pembayaran insentif kedua dilakukan jeda sebulan kemudian atau pada 22 Januari 2021, insentif ketiga pada 22 Februari 2021, dan insentif keempat pada 22 Maret 2021.

"Jadi kalau ditanya apa sudah selesai? Pasti belum, karena ada yang masih akan terima insentif keempat di Maret (2021). Karena insentif itu kan 4 kalau mereka yang selesai di Desember (2020) otomatis terimanya di Maret (2021) untuk insentif yang keempat," jelasnya.

Louisa mengingatkan banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembayaran insentif Kartu Prakerja, termasuk dari pihak dompet digital (e-wallet) peserta. Permasalahan yang muncul, peserta kerap mengganti nomor handphone pada akun e-wallet mereka sehingga pembayaran insentif terkendala.

[Gambas:Video CNN]

Ia mengimbau peserta untuk menghubungi layanan e-wallet masing-masing jika terjadi permasalahan yang bersangkutan dengan e-wallet tersebut.

Meliputi, Gopay melalui alamat [email protected], OVO melalui call center 1500 696, LinkAja call center 150911, dan Bank BNI call center 1500046.

"Kadang ada yang ganti nomor handphone, kalau ganti nomor handphone itu biasanya dia harus update ke kami, update ke e-wallet. Jadi, teman-teman kalau mau lancar insentifnya jangan ganti-ganti nomor handphone," terang Louisa.

Ia enggan membeberkan realisasi pembayaran insentif yang sudah disalurkan PMO. Namun, ia memastikan dana insentif Kartu Prakerja yang tidak disalurkan akan kembali ke kas negara.

"Jadi, tidak mungkin ada uang yang berceceran di Kartu Prakerja karena semua uang itu tidak mungkin dikasih ke orangnya langsung tapi ada di virtual account. Kalau di virtual account ini kan masih dalam kendali kami. Begitu tidak terpakai kembali ke kas negara, tidak mungkin bocor," ucapnya.

Sementara itu, sejumlah peserta Kartu Prakerja mengeluhkan insentif mereka belum cair, meskipun telah menyelesaikan pelatihan. Mereka menyampaikan keluhannya melalui kolom komentar pada akun Instagram @prakerja.go.id.

"Min, sudah lebih dari 5 hari insentif terakhir belum juga cair, kenapa ya min? Mohon bantuannya," tulis pemilik akun @lenimurliyanaa.

Serupa, pemilik akun @ina3531 juga menyampaikan uang insentif miliknya belum cair usai melakukan update e-wallet. "Min mohon kasih informasinya, ini kan Gopay disuruh update jadi sudah saya update belum bisa juga. Insentifnya di dashboard sudah berhasil, tapi uangnya tidak ada di Gopay," tulisnya.

(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK