Eks Bos Garuda Ajukan Praperadilan Kasus Penyelundupan Harley

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 10:18 WIB
Ari Askhara, mantan dirut Garuda, mengajukan praperadilan atas kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton. Ia juga melawan penetapan tersangka. Ari Askhara, mantan dirut Garuda, mengajukan praperadilan atas kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton. Ia juga melawan penetapan tersangka pada dirinya. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks direktur utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara mengajukan praperadilan kepada pemerintah, dalam hal ini Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta, atas penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Dalam praperadilan yang diajukan kepada Pengadilan Negeri Tangerang bernomor 16/Pid.Pra/2020/PN Tng ini, Ari memohon agar surat perintah tugas penyidikannya dibatalkan dengan segala akibat hukumnya.

Surat Perintah Tugas Penyidikan yang dimaksud adalah SPTP-04/KPU.03/PPNS/2019 tanggal 9 Desember 2019 dan Surat Perintah Tugas Penyidikan Tambahan Nomor: SPTP-01/KPU.03/PPNS/2020 tanggal 13 Januari 2020 terkait peristiwa pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102 huruf e, Pasal 102 huruf f, Pasal 103 huruf C Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 Tentang Kepabeanan.


"Menyatakan penetapan tersangka pemohon (Ari) dalam perkara A quo- tidak sah dan dinyatakan batal demi hukum dengan segala akibatnya," bunyi detail perkara yang diajukan pada 22 Oktober 2020 silam, dikutip pada Rabu (27/1).

Ari dalam tuntutannya ingin Kantor Bea Cukai menghentikan penyidikan yang mengacu pada Surat Perintah Tugas Penyidikan Nomor: SPTP-04/KPU.03/PPNS/2019 tanggal 09 Desember 2019 dan Surat Perintah Tugas Penyidikan Tambahan Nomor: SPTP-01/KPU.03/PPNS/2020 tanggal 13 Januari 2020.

Ia juga mengajukan perlawanan atas Surat Penetapan Tersangka Nomor: SPTSK-01/KPU.03/PPNS/2020 tanggal 7 September 2020 yang diterbitkan oleh Bea Cukai agar ditetapkan status tidak sah.

"Menyatakan tidak sah segala keputusan atau penetapan yang dikeluarkan lebih lanjut oleh termohon yang berkenaan dengan penetapan tersangka atas pemohon oleh termohon," lanjut tuntutan tersebut.

[Gambas:Video CNN]

Ari juga menuntut negara untuk mengembalikan harkat dan martabatnya dan membayar biaya perkara menurut hukum.

Namun, pada 23 November 2020, PN Tangerang mengeluarkan putusan untuk menolak praperadilan itu. Ari tetap dinyatakan sah menurut hukum sebagai tersangka dari kasus yang membelitnya.

"Menolak permohonan praperadilan pemohon untuk seluruhnya. Menyatakan penetapan tersangka yang dilakukan termohon sah menurut hukum," bunyi amar putusan perkara.

(wel/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK