Freeport Akan Teken Kerja Sama Rp39 T Dengan Perusahaan China

CNN Indonesia | Rabu, 03/02/2021 19:21 WIB
Menkomarinves Luhut Panjaitan menyatakan Freeport akan teken kontrak Rp39 triliun dengan perusahaan China Tsinghan Steel untuk membangun smelter di Halmahera. Luhut Panjaitan menyatakan Freeport dan Tsinghan Steel akan meneken kontrak bernilai Rp39 triliun untuk pembangunan smelter di Halmahera. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyatakan PT Freeport Indonesia (PTFI) dan perusahaan asal China bernama Tsingshan Steel akan menandatangani kerja sama investasi sebesar US$2,8 miliar atau Rp39 triliun (Kurs Rp14.108 per dolar AS). 

Kerja sama itu dijalin untuk membangun smelter tembaga di Halmahera. Perjanjian kerja sama keduanya sudah masuk finalisasi.

"Ini finalisasi perjanjian antara Tsingshan dengan Freeport. Tsingshan dengan Freeport akan sign kontrak US$2,8 miliar untuk smelter," ungkap Luhut dalam Dialog Tantangan dan Optimisme Investasi pada 2021, Kamis (3/2).


Luhut menyatakan Tsingshan dan Freeport akan membuat smelter tembaga menjadi cobalt. Nantinya, pabrik itu juga akan menghasilkan asam sulfat.

"Ini asam sulfat menjadi bahan baku baterai. Di satu sisi, di sana juga ada smelter nikel ore. Kalau ini sesuai rencana, smelter nikel ore sudah jalan maka 2023 kami akan produksi lithium baterai N811," ucap Luhut.

Sebelumnya, Direktur Utama Freeport Tony Wenas mengklaim sedang didekati Tsingshan untuk membangun smelter di Halmahera. Namun, Freeport mengaku belum ada kesepakatan apapun antara kedua pihak.

[Gambas:Video CNN]

"Benar bahwa kami di-approach (didekati) oleh Tsingshan yang juga berkeinginan membangun smelter tembaga dan kami masih dalam tahap pembicaraan," tutur Tony.

Menurut Tony, pembicaraan keduanya masih dalam tahap awal mencakup metode yang akan digunakan, kapasitas smelter, jadwal pembangunan, hingga target operasional. Manajemen mengaku membuka diri atas tawaran pembangunan smelter tembaga tersebut.

Direktur Utama Holding Pertambangan MIND ID Orias Petrus Moedak mengaku mendukung opsi yang dijalankan Freeport. Apalagi, investasi proyek smelter Freeport juga menjadi tanggungan MIND ID selaku pemegang saham Freeport.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK