Erick Ungkap RI Baru Punya Vaksin Merah Putih Kuartal IV 2022

CNN Indonesia | Senin, 08/02/2021 10:52 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sudah ada tanda-tanda 2 penemuan bibit vaksin merah putih pada akhir tahun ini. Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sudah ada tanda-tanda 2 penemuan bibit vaksin merah putih pada akhir tahun ini. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan vaksin corona buatan Indonesia atau vaksin merah putih kemungkinan baru bisa digunakan oleh masyarakat pada akhir 2022. 

Pasalnya, tanda-tanda 2 penemuan bibit (seed) vaksin merah putih baru dapat dilakukan pada akhir 2021. Saat ini, vaksin merah putih masih dalam tahap riset dan pengembangan (R&D) oleh 7 instansi.

Ia menuturkan apabila seed vaksin merah putih tersebut bisa diserahkan kepada PT Bio Farma pada akhir tahun ini, uji klinis baru bisa dimulai pada kuartal I 2022. Selanjutnya, uji klinis tahap akhir ditargetkan selesai pada kuartal III 2022.


"Sehingga, di kuartal IV 2022, kita sudah mempunyai vaksin Merah Putih sendiri," ucap Erick dalam acara launching program Plasma BUMN untuk Indonesia, Senin (8/2).

Hingga kini, Indonesia masih menggunakan vaksin covid-19 buatan Sinovac, China. Prioritas penerima vaksin covid-19 tahap pertama adalah tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan penanganan covid-19.

Erick mengklaim tingkat penularan covid-19 di kalangan tenaga kesehatan berkurang drastis usai pemberian vaksin covid-19. Informasi tersebut didapatkan dari laporan di lapangan saat rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional beberapa waktu lalu.

"Setelah tenaga kesehatan itu disuntik yang tadinya penularan itu bisa rata-rata 200 di sebuah provinsi, atau di sebuah tempat itu setelah minggu ketiga turun menjadi hanya 24 saja. Jadi, penurunannya sangat drastis dari yang 200 menjadi hanya 15 persen," katanya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan vaksin merah putih harus melewati tiga tahapan sebelum akhirnya bisa diedarkan ke masyarakat. Tahapan pertama, riset dan pengembangan (R&D) hingga menghasilkan bibit vaksin.

Tahapan kedua, karakterisasi atau pembersihan bibit vaksin dan tahapan ketiga, filling (pengisian) dan finishing (penyelesaian) dengan mencampur sedikit cairan sehingga menjadi vaksin jadi dan siap edar. Targetnya seed vaksin bisa diberikan ke Bio Farma pada pertengahan tahun ini.

"Seed vaksin ini rencana terakhir kali terinfo akan submit ke Biofarma di Juni, antara kuartal I atau kuartal II. Let's say ambil paling optimis 3 bulan proses karakterisasi ini, sehingga akan siap uji klinis di Juni 2021, " ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR beberapa waktu lalu.

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK