Utang Luar Negeri RI yang Dicuit Susi dan Dibalas Staf Menkeu

CNN Indonesia | Rabu, 17/02/2021 15:30 WIB
Staf Khusus Menkeu Yustinus Prastowo merespons cuitan eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti soal utang luar negeri RI. Apa sebenarnya utang luar negeri? Kementerian Keuangan meluruskan cuitan eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti soal utang luar negeri RI. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo merespons cuitan eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal utang luar negeri (ULN).

Itu ia lakukan setelah Susi me-retweet berita salah satu media tentang posisi utang luar negeri RI yang tembus Rp5.803 triliun.

Yustinus merespons demi meluruskan pemahaman masyarakat soal utang luar negeri.


Lalu apa sebenarnya utang luar negeri itu?

Utang luar negeri adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor atau pemberi pinjaman di luar negeri. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.

Penerima pinjaman itu bisa pemerintah, perusahaan atau perorangan.

Nah, berdasarkan kategori jenis penerima pinjaman ini, datanya biasanya disampaikan secara rutin oleh Bank Indonesia (BI).

[Gambas:Video CNN]

Berdasarkan data BI, sampai dengan kuartal IV 2020, posisi utang luar negeri RI mencapai US$417,5 miliar. Itu setara dengan Rp5.817 triliun (Kurs Rp13.933 per dolar AS).

Dari jumlah itu, US$206,4 miliar di antaranya adalah utang luar negeri yang dihimpun pemerintah. Utang tersebut tumbuh 3,3 persen secara year on year, atau lebih tinggi dibandingkan kuartal III 2020 yang hanya meningkat 1,6 persen.

Sementara itu, utang US$208,3 miliar lainnya merupakan utang luar negeri yang dihimpun swasta dan BUMN.

Meski hampir menembus Rp6.000 triliun, BI memastikan utang luar negeri Indonesia dalam kondisi sehat. Itu tercermin dari rasio utang yang terjaga di kisaran 39,4 persen dari PDB.

Kesehatan juga tercermin dari persentase utang jangka panjang yang mendominasi sebesar 89,1 persen.

TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK