BI Turunkan Proyeksi Laju Kredit Bank Jadi 5-7 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 07:20 WIB
Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan kredit bank menjadi 5 persen hingga 7 persen setelah melihat realisasi tahun lalu yang minus 2,41 persen. Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan kredit bank menjadi 5 persen hingga 7 persen setelah melihat realisasi tahun lalu yang minus 2,41 persen. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit bank dari 7 persen sampai 9 persen menjadi 5 persen hingga 7 persen pada 2021. Alasannya, laju kredit masih terkontraksi 2,41 persen sampai Desember 2020.

"Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan kredit atau pembiayaan pada 2021," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat konferensi pers virtual, Kamis (18/2).

Menurut Perry, pertumbuhan kredit bank terkontraksi sepanjang tahun lalu karena permintaan menurun di tengah krisis ekonomi akibat pandemi virus corona (covid-19). Di sisi lain, bank tidak cepat menurunkan tingkat bunga kreditnya sejalan dengan penurunan bunga acuan dari bank sentral nasional.


"Penurunan suku bunga kredit masih cenderung terbatas, yaitu hanya sebesar 83 bps ke level 9,7 persen selama 2020," ujarnya.

Perry melihat penurunan suku bunga kredit berjalan lambat karena suku bunga dasar kredit (SBDK) masih tinggi. Tercatat, penurunan SBDK baru sekitar 75 bps menjadi 10,11 persen pada tahun lalu.

"Hal ini menyebabkan tingginya spread SBDK dengan suku bunga BI7DRR dan deposito 1 bulan masing-masing sebesar 6,36 persen dan 5,84 persen," jelasnya.

BI mencatat SBDK tertinggi ada di bank-bank BUMN, yakni mencapai 10,79 persen. Selanjutnya, SBDK tertinggi ada di Bank Pembangunan Daerah (BPD) 9,8 persen.

[Gambas:Video CNN]

Baru diikuti bank swasta nasional 9,67 persen dan kantor cabang bank asing 6,17 persen. Sementara berdasarkan segmen kreditnya, SBDK tertinggi ada di segmen kredit mikro sebesar 13,75 persen.

Selanjutnya, SBDK kredit konsumsi non-KPR 10,85 persen, kredit konsumsi KPR 9,70 persen, kredit ritel 9,68 persen, dan kredit korporasi 9,18 persen.

"Bank Indonesia mengharapkan perbankan dapat mempercepat penurunan suku bunga kredit sebagai upaya bersama untuk mendorong kredit atau pembiayaan bagi dunia usaha dan pemulihan ekonomi nasional," ucapnya.

(uli/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK