Kapitalisasi Pasar Bitcoin Dekati Rp14 Ribu Triliun

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 20:14 WIB
Besarnya kapitalisasi pasar bitcoin terjadi seiring kenaikan harga yang menyentuh level tertingginya US$52.932 per unit atau sekitar Rp741,05 juta pekan ini. Besarnya kapitalisasi pasar bitcoin terjadi seiring kenaikan harga yang menyentuh level tertingginya US$52.932 per unit atau sekitar Rp741,05 juta pekan ini. Ilustrasi. (iStockphoto/MicroStockHub).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kapitalisasi pasar bitcoin kian mendekati US$1 triliun atau sekitar Rp14 ribu triliun (asumsi kurs Rp14 ribu per dolar AS). Besarnya kapitalisasi pasar itu terjadi seiring kenaikan harga uang kripto itu selama beberapa waktu terakhir.

Dilansir Reuters, harga bitcoin mencetak rekor sepanjang sejarah dengan naik 2,6 persen menjadi US$52.932 per unit atau sekitar Rp741,05 juta pada Jumat (19/2), waktu AS. Dalam sepekan, harga bitcoin menguat 8 persen dan sejak awal bulan melonjak 60 persen.

Kenaikan harga tak lepas dari semakin banyak investor dan perusahaan yang menerima bitcoin seperti Tesla, Mastercard, dan BNY Mellon.


Mengutip CoinMarketCap, lonjakan harga tersebut membuat kapitalisasi pasar bitcoin menyentuh Rp982 miliar. Sebagai catatan, nilai kapitalisasi pasar seluruh uang digital di dunia mencapai US$1,6 triliun.

Kendati demikian, masih banyak analis dan investor skeptis terhadap bitcoin mengingat volatilitasnya sangat tinggi. Selain itu, bitcoin juga belum banyak digunakan untuk perdagangan.

Analis JP Morgan menyatakan harga bitcoin saat ini berada di atas perkiraan nilai kewajarannya. Investor semakin mengorelasikan harga bitcoin dengan aset siklikal di mana pergerakan harganya terpengaruh kenaikan dan penurunan perekonomian. Hal itu terjadi karena semakin banyak uang kripto yang dimiliki investor mainstream. Artinya, keuntungan untuk mendiversikasi investasi ke aset kripto berkurang.

JP Morgan juga menyebut bitcoin sebagai cerita transformasi keuangan yang nyata pada masa pandemi.

[Gambas:Video CNN]

Sementara, investor lain menilai volatilitas bitcoin yang tinggi menjadi penghambat untuk menjadikan uang kripto itu sebagai alat pembayaran umum. Misalnya, di Indonesia, Bank Indonesia tidak mengakui bitcoin sebagai alat pembayaran. Bitcoin hanya diperdagangkan sebagai komoditi.

CEO Tesla Inc Elon Musk mengungkap bitcoin hanya sedikit lebih baik daripada memegang uang tunai konvensional. Perbedaan kecil itu menjadikannya aset yang lebih baik untuk dipegang.

"Namun, ketika mata uang konvensional memiliki bunga negatif, hanya orang bodoh yang tidak mencari di tempat lain. Bitcoin hampir sama dengan uang tunai. Kata kuncinya adalah 'hampir', " ujar Musk dalam cuitannya Jumat ini.



(sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK