Pengusaha Merasa Makin Terpuruk Akibat Banjir Jakarta

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 18:52 WIB
Pengusaha merasa banjir yang melanda ibu kota pada akhir pekan kemarin membuat usaha mereka yang belakangan ini tertekan corona makin terpuruk. Pengusaha di ibu kota merasa banjir yang melanda ibu kota pada akhir pekan kemarin membuat usaha mereka yang sudah tertekan corona makin terpuruk. Ilustrasi. (CNN Indonesia / Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta menyatakan bisnis dan usaha di Jakarta semakin anjlok akibat banjir yang melanda Ibu Kota akhir pekan kemarin. Atas dasar itu, Ketua Umum DPD HIPPI DKI Sarman Simanjorang meminta supaya ke depan pemerintah DKI dapat mengantisipasi banjir sejak dini.

"Di tengah pandemi covid-19, datangnya banjir tentu semakin membuat pelaku usaha semakin terpuruk," ujar Sarman dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Minggu (21/2).

Sarman menuturkan dari sekian sektor usaha, perdagangan merupakan yang paling terpuruk. Itu antara lain terjadi pada pusat perdagangan, mal, restoran, kafe, pasar tradisional, hotel, serta logistik dan transportasi.


Sarman menuturkan keterpurukan terjadi karena banjir terjadi saat akhir pekan. Sebab, dia berkata hari libur biasanya adalah waktu yang dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mendapat keuntungan.

"Saat libur week end ada peluang memperbaik cashflow, namun sirna dengan datangnya banjir ini," ujarnya.

Berdasarkan kondisi di lapangan, Sarman melihat bahwa sebagian tempat usaha sepi dari pengunjung. Di mal misalnya, pengunjung di kawasan Jakarta Selatan hanya 30-40 persen.

[Gambas:Video CNN]

Dia menduga minimnya pengunjung terjadi akibat khawatir terjebak banjir. Banyak orang lebih memilih berada di rumah ketimbang bepergian.

"Kondisi ini memang menjadi tantangan dan beban berat bagi pelaku usaha yang sudah hampir setahun tertekan dan terpuruk akibat pandemi covid-19," ujarnya.

Sarman mengaku tidak dapat memastikan angka kerugain secara pasti akibat banjir yang melanda Jakarta beberapa hari terakhir. Namun, dia mengatakan sudah banyak bisnis juga gulung tikar akibat pandemi covid-19.

"Namun bagi pelaku usaha, banjir di tengah pandemi covid-19, ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sudah berat semakin berat menghadapi tantangan ini. Banjir ini membawa kerugian material, kerugian omzet, dan kerugian waktu bagi pelaku usaha dan masyarakat," ujar Sarman.

Sarman berharap Pemerintah DKI Jakarta dapat mengantisipasi banjir sejak dini dengan memperbaiki drainase, merevitalisasi sungai dan setu sepanjang tahun. Dia juga meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkoordinasi dengan pemerintah daerah penyangga Ibu Kota yang mengirimkan air dari hulu.

"Pelaku usaha sangat berharap agar masalah banjir ini dapat semakin dikendalikan sehingga tidak mengganggu berbagai aktivitas perekonomian dan masyarakat," ujarnya.

(panji/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK