Uniqlo Ungguli Zara, Nilai Kapitalisasi Pasar Tembus US$103 M

CNN Indonesia | Kamis, 18/02/2021 10:11 WIB
Kapitalisasi pasar Uniqlo mengalahkan Zara dengan nilai US$103 miliar. Sementara, nilai kapitalisasi pasar Zara hanya US$99 miliar. Kapitalisasi pasar Uniqlo mengalahkan Zara dengan nilai US$103 miliar. Sementara, nilai kapitalisasi pasar Zara hanya US$99 miliar. (Dok.Uniqlo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai kapitalisasi pasar Fast Retailing, induk usaha Uniqlo tembus US$103 miliar atau 10,87 triliun yen pada akhir perdagangan Selasa (16/2) lalu. Ini membuat Fast Retailing berada di puncak industri pakaian global dalam hal kapitalisasi pasar.

Mengutip Nikkei Asia, Kamis (18/2), kenaikan nilai kapitalisasi pasar Uniqlo berhasil membalap induk perusahaan Spanyol Zara, Inditex, yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$99 miliar atau 81,7 miliar euro pada Senin (15/2) dan 80,8 miliar euro pada Selasa (16/2).

Kenaikan nilai kapitalisasi pasar Fast Retailing sejalan dengan harga saham perusahaan yang terus menguat. Hal itu terjadi sejak Agustus 2020 lalu.


Fast Retailing, sebagai spesialis pakaian kasual dinilai mendapatkan dampak positif dari perubahan konsumen di masa pandemi covid-19. Masyarakat cenderung berpakaian santai karena mayoritas bekerja secara daring (online).

Fast Retailing mengoperasikan 2.298 gerai Uniqlo di seluruh dunia pada November 2020. Mayoritas atau sebanyak 60 persen gerai tersebut berada di Asia, namun di luar Jepang. Sementara, jumlah gerai di China mencapai 815 unit.

Margin operasi di China, Hong Kong, dan Taiwan mencapai 14,4 persen. Angkanya di atas Jepang yang hanya 13 persen.

Sedangkan Zara, 70 persen gerainya berlokasi di AS dan Eropa, pasar yang beberapa kali mengalami penguncian wilayah (lockdown) di tengah pandemi.

Tidak cuma itu, Fast Retailing juga mulai bertransformasi ke ritel digital dengan menggandeng Google dan perusahaan teknologi lainnya untuk mengembangkan infrastruktur manufaktur.

"Kami telah mencapai posisi di mana kami berada dalam jangkauan peringkat nomor satu dalam domain pakaian," kata CEO Fast Retailing Tadashi Yanai.

Namun, dalam hal pendapatan, Fast Retailing masih berada di urutan ketiga dengan nilai pendapatan US$18,9 miliar pada 2020. Inditex masih memimpin dengan pendapatan US$34,1 miliar, sedangkan H&M Swedia mengantongi pendapatan US$22,5 miliar.

Fast Retailing juga bersaing ketat dengan Inditex dalam hal penjualan online. Fast Retailing tercatat meningkatkan pangsa pasar digitalnya dari 11,3 persen menjadi 15,6 persen terhadap total penjualan. Perusahaan menargetkan menaikkan angka penjualan online mereka menjadi 25 persen pada tahun ini.

Analis Credit Suisse Securities Takahiro Kazahaya menuturkan Fast Retailing lebih unggul untuk masa depan. "Fast Retailing berada di depan dalam potensi pertumbuhan jangka menengah hingga jangka panjang karena berpijak di Asia," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK