Indosat, dari Jual Menara hingga Rencana Merger dengan Tri

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 12:56 WIB
Indosat berencana menjual 4.000 menara telekomunikasinya pada tahun ini. Aksi ini pernah dilakukan pada 2019 lalu, ketika perusahaan menjual 3.100 menara. Indosat berencana menjual 4.000 menara telekomunikasinya pada tahun ini. Aksi ini pernah dilakukan pada 2019 lalu, ketika perusahaan menjual 3.100 menara. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indosat Tbk akan menjual sekitar 4.000 menara telekomunikasi mereka pada tahun ini. Rencana ini masih dalam tahap penjajakan dengan mitra potensial yang enggan disebutkan.

Kendati begitu, aksi emiten berkode ISAT menjual menara mereka sejatinya bukan kali pertama ini terjadi. Sebelumnya, sudah ada 3.100 menara perusahaan yang terjual.

Transaksinya terjadi pada Oktober 2019 lalu. Kala itu, Indosat menjual menara telekomunikasi mereka ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai mencapai Rp6,39 triliun.


Rinciannya, Mitratel membeli 2.100 menara dan Protelindo 1.000 menara. Menariknya, meski menara dijual, tapi Indosat akan menyewa menara-menara tersebut selama 10 tahun dari masing-masing pembeli.

"Kami telah menempatkan portofolio bersama dua penyedia menara Mitratel dan Protelindo, dan akan menyewa kembali dengan persyaratan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan kami secara berkelanjutan," kata Presiden Direktur sekaligus CEO Indosat Ahmad Al Neama, beberapa bulan lalu.

Indosat menggunakan dana dari hasil penjualan menara untuk investasi perluasan jaringan 4G di Indonesia. "4G menjadi bagian dari investasi ini," imbuhnya.

Selain menjual menara, Indosat juga mengembangkan bisnis dengan rencana penggabungan usaha alias merger dengan PT Hutchlson 3 Indonesia (Tri Indonesia).

Kedua perusahaan sudah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understandings/MoU) untuk mengkaji potensi merger dengan periode sampai 30 April 2021.

Penandatanganan dilakukan oleh perusahaan induk mereka masing-masing, yaitu Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited.

Director and Chief Financial Officer Indosat Ooredoo Eyas Naif Assaf mengatakan MoU itu bersifat eksklusif dan tidak mengikat secara hukum sehubungan dengan kemungkinan transaksi untuk menggabungkan bisnis masing-masing di Indonesia

"Belum ada informasi lebih lanjut yang bisa diungkapkan untuk saat ini," kata Eyas.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK