Indonesia Power Respons Soal Hujan Debu dari PLTU Suralaya

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 12:01 WIB
PT Indonesia Power mengklaim telah berhasil menangani gangguan teknis yang menyebabkan polusi udara di sekitar PLTU Suralaya, Cilegon, Banten. PT Indonesia Power mengklaim telah berhasil menangani gangguan teknis yang menyebabkan polusi udara di sekitar PLTU Suralaya, Cilegon, Banten. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Indonesia Power, anak usaha PT PLN (Persero), menanggapi ramainya pembicaraan di media sosial terkait debu Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon, Banten yang menyebabkan hujan debu dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Sekretaris Perusahaan Indonesia Power Igan Subawa Putra mengatakan debu tersebut disebabkan gangguan teknis di bagian induced draft fan (ID fan) 1B Suralaya Power Generation Unit (PGU) pada 22 Februari 2021.

Meski demikian, ia mengklaim gangguan tersebut langsung ditangani oleh tim pemeliharaan Suralaya PGU. ID fan sendiri digunakan untuk mengeluarkan abu atau debu sisa pembakaran.


"Tim pemeliharaan berhasil memperbaiki kerusakan hanya dalam waktu 1 jam setelah ditemukan kerusakan, serta melakukan peningkatan pola operasi untuk agar gangguan tidak berulang kembali," ucapnya kepada CNNIndonesia.com Jumat (26/2).

Ia juga memastikan tim pemeliharaan telah berhasil memperbaiki kerusakan hanya dalam waktu satu jam, serta melakukan peningkatan pola operasi untuk agar gangguan tidak berulang kembali.

"Indonesia Power PLTU Suralaya telah menyampaikan keterangan kepada masyarakat sekaligus permohonan maaf dan bertanggung jawab atas kejadian tersebut serta melakukan pengecekan dan pendataan wilayah terdampak," jelasnya.

Suralaya PGU atau lebih dikenal PLTU Suralaya sendiri memiliki 7 unit pembangkit dengan total kapasitas terpasang 3.440 Megawatt.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai PLTU terbesar di Indonesia, tutur Igan, PLTU Suralaya memproduksi sekitar 50 persen dari total produksi PT Indonesia Power dan menyumbang 17 persen dari energi listrik kebutuhan Jawa-Madura-Bali.

"Untuk menjaga keseimbangan pasokan listrik Jawa-Bali, Indonesia Power berhasil melakukan perbaikan dalam kondisi unit tetap beroperasi," tandas Igan.

Peristiwa hujan debu di sekitar lokasi PLTU Suralaya jadi perbincangan di media sosial pada Jumat (26/2). Ini bermula dari unggahan gambar dari akun @pengwinning yang disertai dengan caption bahwa warga Banten terpaksa menghirup udara tercemar akibat PLTU. Hingga tulisan ini dirilis, cuitan tersebut telah diretweet sebanyak 18,4 ribu kali.



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK