Moderna dan Sinopharm Disiapkan Untuk Vaksin Mandiri

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 13:06 WIB
Holding BUMN farmasi menyiapkan dua merek vaksin corona untuk program vaksinasi mandiri, yakni Moderna dari AS dan Sinopharm dari China. Holding BUMN farmasi menyiapkan dua merek vaksin corona untuk program vaksinasi mandiri, yakni Moderna dari AS dan Sinopharm dari China. Ilustrasi. (Muchlis - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding BUMN farmasi menyiapkan dua merek vaksin corona atau covid-19 untuk program vaksinasi mandiri oleh para perusahaan. Vaksin tersebut berasal dari Moderna asal Amerika Serikat (AS) dan Sinopharm asal China.

PT Bio Farma (Persero) selaku induk holding mengungkapkan saat ini tahapan awal pengadaan vaksin berupa penjajakan tengah dilakukan oleh perusahaan. Begitu juga dengan PT Kimia Farma Tbk, anak usaha Bio Farma.

Rencananya, vaksin Moderna dengan platform m-RNA yang akan didatangkan oleh Bio Farma. Sementara, vaksin Sinopharm dengan platform inactivated akan didatangkan oleh Kimia Farma.


"Saat ini holding BUMN farmasi sudah mulai menjajaki dan melakukan pembicaraan supply vaksin covid-19 khusus untuk program vaksinasi gotong royong," imbuh Juru Bicara Bio Farma Bambang Heriyanto dalam keterangan resmi, Senin (1/3).

Pelaksanaan pengadaan vaksin covid-19 oleh holding BUMN farmasi tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam beleid itu dijelaskan vaksin yang boleh digunakan untuk program vaksinasi mandiri atau gotong royong harus berbeda dengan vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi massal secara nasional oleh pemerintah.

Pemerintah menggunakan vaksin dari Sinovac, perusahaan farmasi asal China. "Dengan demikian, vaksin untuk gotong royong tidak akan menggunakan vaksin yang sama yang digunakan untuk program pemerintah," tekannya.

Kendati diadakan oleh holding BUMN farmasi, namun vaksin covid-19 dari Moderna dan Sinopharm nantinya akan diberikan ke perusahaan swasta. Selanjutnya, mereka mendistribusikan vaksin itu ke karyawan dan buruh mereka secara gratis.

Harapannya, program vaksinasi massal nasional dan mandiri atau gotong royong dapat mempercepat tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity) di Indonesia.

Di sisi lain, Bambang memaparkan Bio Farma sudah menerima 25 juta vaksin covid-19 dalam bentuk bahan baku atau bulk dari Sinovac. Impor vaksin datang dalam dua tahap, yaitu 15 juta dan 10 juta bulk pada Januari dan Februari lalu.

Totalnya, akan ada 140 juta bulk sampai Juli 2021. Dari 15 juta bulk yang sudah masuk, semuanya sudah diolah oleh Bio Farma.

Dari jumlah itu, sekitar 7,2 juta dosis sudah mengantongi lot release dari BPOM dan sudah didistribusikan ke 34 provinsi. Sedangkan 10 juta bulk lainnya sudah mulai diproduksi sejak 13 Februari dan dijadwalkan selesai produksi pada 20 Maret 2021.

[Gambas:Video CNN]



(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK