Unicef Ramal 2 Juta Anak RI Jatuh ke Jurang Kemiskinan Corona

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 18:51 WIB
Unicef memperkirakan 2 juta anak Indonesia jatuh ke jurang kemiskinan bila pemerintah menghentikan Unicef memperkirakan 2 juta anak Indonesia jatuh ke jurang kemiskinan akibat corona bila pemerintah menghentikan bantuan mereka. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga PBB yang mengurusi masalah kesejahteraan anak Unicef memperkirakan lebih dari dua 2 juta anak Indonesia jatuh ke jurang kemiskinan akibat pandemi corona. Itu bisa terjadi jika bantuan sosial kepada rumah tangga disetop pemerintah tahun ini.

Ramalan itu mereka tuangkan dalam laporan "Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi Pandemi Terhadap Rumah Tangga di Indonesia" yang dikerjakan oleh Unicef, UNDP, Australia-Indonesia Partnership for Economic Development, dan Smeru Research Institute.

"UNICEF sudah memperkirakan lebih dari 2 juta anak Indonesia akan jatuh ke jurang kemiskinan jika bantuan sosial terhadap rumah tangga dihentikan di tahun ini," ujar Deputi Direktur The SMERU Research Institute Atia Yuma dalam peluncuran laporan tersebut, Kamis (4/3).


Aria mengatakan laporan tersebut juga menunjukkan menunjukkan jumlah pekerja anak meningkat yang meningkat selama pandemi covid-19.

"Kami menemukan ada peningkatan anak yang bekerja. 7 persen RT memiliki anak yang bekerja 2,5 persennya bekerja di saat pandemi," ucapnya.

Di samping itu, pandemi juga membuat anak-anak kehilangan kemampuan belajar selama di rumah karena kegiatan sekolah tatap muka ditutup.

"Karena sekolah ditutup sejak Maret 2020, 3 dari 4 orang tua mengatakan proses belajar anak mereka terganggu dan mereka menyadari bahwa anaknya tidak belajar sebanyak dan seharusnya pada usia mereka," imbuh Aria.

[Gambas:Video CNN]

Laporan ini juga mengungkap bahwa akses internet jadi problem utama anak-anak di pedesaan dalam mengakses pembelajaran jarak jauh.

"Anak perkotaan dan anak yang lebih kaya tentunya memiliki privilege lebih besar," tuturnya.

Sementara dari segi kesehatan, laporan menyebutkan 13 persen rumah tangga dengan balita tidak dapat mengakses layanan imunisasi selama pandemi.

"Ini tadi di-hilight juga oleh UNICEF. Memang kelihatannya kecil, tapi semua anak harusnya dapat hak dan fasilitas yang sama," pungkas Atia.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK