Mengenal 'Bank Emas' yang Akan Dibentuk Pemerintah

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 18:27 WIB
Pemerintah akan membentuk Bullion Bank guna mengelola emas yang selama ini menjadi komoditas andalan Indonesia. Berikut penjelasan soal Bullion Bank. Pemerintah berencana membuat bullion bank untuk mengurusi emas di dalam negeri yang selama ini menjadi komoditas unggulan. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah akan membentuk 'bank emas' alias bullion bank untuk mengelola salah satu komoditas andalan Indonesia tersebut. Namun, bank emas ini masih dalam kajian.

Apa itu bank emas?

Dikutip dari berbagai sumber, bullion adalah emas, perak, atau logam mulia lainnya dalam bentuk batangan, ingot, atau koin. Nantinya, akan ada satu tempat untuk menampung emas batangan tersebut.


Dari segi fungsi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bank emas akan memegang peranan penting dalam arus emas untuk kegiatan ekspor impor.

"Ini tentu Pak Mendag (Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi) bisa mendalami bagaimana ekspor impor ini, karena sebagian juga digunakan untuk jewelry dimana dulu ekspor impor ini tentu terkait dengan PPN dan lainnya," kata Airlangga di Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3).

Bank emas akan memberi manfaat berupa penghematan devisa bagi pemerintah. Sementara bagi industri sebagai sumber pembiayaan proyek.

Sedangkan bagi bank sendiri kehadiran bullion bank bisa menjadi diversifikasi produk dan bagi masyarakat bullion bisa mendapatkan imbal hasil (return) dari simpanannya. Indonesia sendiri merupakan salah satu pemain besar emas di kancah global.

Tercatat, kinerja ekspor emas dan granula meningkat hingga US$5.280 juta sepanjang 2020 lalu. Selain itu, Indonesia memiliki lokasi tambang emas terbesar kedua di dunia, yakni tambang Grasberg di Papua dengan cadangan emas mencapai 30,2 juta ounce.

[Gambas:Video CNN]

Hal tersebut membuat Indonesia menjadi produsen emas terbesar ketujuh di dunia dengan produksi sebesar 130 juta ton atau 4,59 juta ounce di 2020.

Airlangga ingin arus emas mendapat perhatian karena merupakan komoditas yang istimewa, khususnya di saat krisis ekonomi akibat pandemi virus corona atau covid-19. Sebab, harga emas justru melambung tinggi pada awal pandemi di saat komoditas lain jatuh.

"Komoditas emas mencatat peningkatan walau di lain pihak emas juga impornya salah satu yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu didalami terkait ekspor impor emas ini, karena kita memiliki pertambangan yang besar," ucapnya.

Saat ini tercatat ada sejumlah negara yang sudah punya bank emas. Misalnya Hong Kong dan Swiss.

Senada, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bank emas nanti berfungsi untuk mengontrol arus emas di pasar ekspor dan impor.

"Supaya kegiatan dan kemampuan Indonesia untuk kontrol pasar emasnya bisa jalan dengan baik," kata Lutfi.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK