Serapan Anggaran Bencana Alam Kemensos Capai Rp19,35 M

CNN Indonesia | Selasa, 16/03/2021 20:36 WIB
Mensos Tri Rismaharini menuturkan serapan anggaran penanggulangan bencana Kemensos mencapai Rp19,35 miliar per hari ini, Selasa (16/3). Mensos Tri Rismaharini menuturkan serapan anggaran penanggulangan bencana Kemensos mencapai Rp19,35 miliar per hari ini, Selasa (16/3). (CNN Indonesia/Farid).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial Tri Rismaharini menuturkan serapan anggaran penanggulangan bencana Kementerian Sosial mencapai Rp19,35 miliar per hari ini, Selasa (16/3). Realisasi itu setara 8,32 persen dari pagu anggaran Rp232,31 miliar tahun ini.

"Anggaran penanganan bencana alam dari Rp232,31 miliar itu realisasinya Rp19,35 miliar dan sisa Rp212,95 miliar," ujarnya dalam rapat bersama Komisi VII.

Ia merincikan sisa dana penanganan bencana alam tersebut akan digunakan untuk bantuan makanan sebesar Rp2,1 miliar, peralatan evakuasi Rp32 miliar, bantuan kedaruratan atau on call sebesar Rp15,1 miliar, penambahan tali kasih Taruna Siaga Bencana (Tagana) Rp5,9 miliar, dan sebagainya.


"Tagan ini kerjanya 24 jam dan tadi saya sampaikan kami tidak bisa. Misalnya, Mamuju yang bencana kemudian yang kerja Tagana Mamuju saja, bukan. Karena waktunya lama kami ganti dari kabupaten lain dan itu butuh banyak sehingga tidak saya usulkan tambahan Rp5,9 miliar," terangnya.

Dalam kesempatan itu, ia menuturkan Kementerian Sosial berencana melakukan realokasi dana pembangunan Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) dengan pagu anggaran sebesar Rp319,01 miliar. Ia menuturkan mayoritas dana atau sekitar Rp277 miliar akan digunakan untuk tambahan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Sedangkan, sebesar Rp37 miliar akan dialokasikan untuk tambahan dana penanganan bencana alam. Lalu, sisanya senilai Rp5 miliar digunakan untuk pembangunan infrastruktur Poltekesos.

"Untuk penyaluran BST, jadi kurang dua bulan karena diberikan Januari-April itu hanya tersedia (dana) dua bulan, sehingga dua bulan kami ambilkan dari pembangunan ini Rp277 miliar," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta mengatakan pihaknya tengah mengatur skema pendanaan bencana ke depannya.

"Bencana ini kejadian yang tidak bisa diprediksi, kami juga tidak tahu kapan akan terjadi dan seberapa besar intensitasnya, karena itu menganggarkan untuk bencana itu adalah sesuatu yang sangat tricky dan sangat menantang," ujarnya.

Ia menuturkan Kemenkeu akan mempersiapkan skema pendanaan yang lebih efisien dan efektif seperti pulling fund maupun asuransi reasuransi. Model pendanaan itu lebih sesuai dengan perkembangan model pendanaan sekarang ini serta memberikan fleksibilitas.

"Negara kita juga bukan negara yang mempunyai kelonggaran luar biasa dalam menyusun anggaran, sehingga kemudian kami tidak bisa anggarkan terlalu besar," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK