Gubernur Jatim Khofifah 'Tolak' Beras Impor

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Senin, 22/03/2021 20:54 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim tidak memerlukan beras impor karena pasokan saat ini cukup hingga akhir Mei 2021. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan Jatim tidak memerlukan beras impor karena pasokan saat ini cukup hingga akhir Mei 2021. (Muchlis - Biro Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan tidak memerlukan beras impor lantaran pasokan Jawa Timur saat ini cukup dan aman hingga akhir Mei 2021.

"Bahkan, sekarang (beras) sedang surplus, sehingga tidak ada kebutuhan Jatim untuk suplai beras impor," ujarnya, mengutip Antara, Senin (22/3).

Jatim, lanjut Khofifah, mencukupi kebutuhan pangan, dalam hal ini beras, dan mampu menjaga kestabilan harga gabah di tingkat petani.


Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, surplus beras di Jatim akan terjadi karena sampai semester satu luas panen dihitung asumsi hingga April sebesar 974.189 hektare dengan asumsi produksi beras 3.053.994 ton.

"Jadi berdasarkan prediksi dan hitungan kami, di Jatim akan ada surplus 902.401 ton. Dengan jumlah itu, maka Jatim tidak perlu ada suplai beras impor. Stok beras kita sangat melimpah. Bahkan saat ini tim satgas pangan sedang keliling untuk menyerap padi dan beras produksi panen," tegas Khofifah.

Berdasarkan prognosa ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok Januari 2021 sampai April 2021, ketersediaan beras diasumsikan tercukupi, bahkan tren harga beras terjaga stabil.

Bahkan, ia menyebut angka ketersediaan beras yang disebutkan di atas masih belum dihitung tambahan luas panen Mei dan Juni, dengan luas lahannya 295.118 hektare dan produksi 1.008.779 ton.

"Sehingga produksi beras Jawa Timur sampai dengan semester satu adalah 1.911.180 ton," imbuh mantan Menteri Sosial itu.

Ia juga menegaskan perkiraan produksi tidak bergeser seperti yang terjadi pada tahun 2020, bahkan produksi beras di Jatim selalu meningkat dari tahun ke tahun.

"Jadi, saya tegaskan bahwa ketersediaan 2021 kondisi stok sangat aman, tahun 2020 surplus 1,9 juta ton, yang secara tidak langsung menjadi stok atau cadangan," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]



(bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK