Kajian Ombudsman RI, Impor Beras Tak Diperlukan Sekarang

CNN Indonesia | Rabu, 24/03/2021 15:30 WIB
Ombudsman menyatakan dari kajian yang mereka lakukan impor beras tak diperlukan sekarang ini karena pasokan dan harga masih bagus. Ombudsman menyatakan impor beras tak diperlukan saat ini karena pasokan dan harga masih bagus. Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ombudsman RI menilai tidak diperlukan impor beras sampai dengan 1 juta ton dalam waktu dekat seperti yang sudah diputuskan pemerintah.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menyebut penilaian ini didasarkan pada berbagai kajian yang yang dilakukan pihaknya. Dari kajian itu, stok beras dalam negeri mencukupi kebutuhan.

Kecukupan itu ditopang kenaikan produksi di tahun ini. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Januari-April tahun ini mencapai 14,54 juta ton.


Perkiraan produksi naik dari periode sama dua tahun sebelumnya yang hanya 13,63 juta ton dan 11,46 juta ton.

Sementara stok di gudang Perum Bulog per 14 Maret 2021 sebesar 883.585 ton, terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 859.877 ton dan beras komersial sebanyak 23.708 ton.

Dari jumlah CBP itu, ia mengasumsikan stok beras berpotensi turun mutu sekitar 400 ribu ton. Artinya, stok yang layak konsumsi kurang dari 500 ribu ton atau sekitar 20 persen dari kebutuhan rata-rata beras nasional tiap bulan yang sekitar 2,5 juta ton.

Di luar Bulog, mengutip informasi Kementerian Perdagangan per Februari 2021, ia merinci stok beras di lumbung pangan mencapai 6,3 ribu ton.

Ditambah dengan stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sekitar 30,6 ribu ton, hotel restoran dan kafe (horeka) 260,2 ribu ton, dan di rumah tangga 3,2 juta ton. Maka totalnya, stok beras nasional nyaris mencapai 6 juta ton.

[Gambas:Video CNN]

"Dijumlahkan stok-stok itu total 6 juta ton. Merujuk angka sementara BPS 2021 luas panen padi 4,68 juta Ha dengan produksi dan diperkirakan Januari-April menghasilkan 14,45 juta ton beras. Naik 26,8 persen atau 3 juta ton beras dibanding tahun sebelumnya," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bila pemerintah khawatir kekurangan stok beras karena stok turun mutu Bulog, seharusnya mereka menunggu setidaknya hingga Mei atau sampai panen raya.

Bila pada Mei stok di gudang Bulog tidak mencukupi, maka diskusi soal impor dapat dilakukan.

Oleh karena itu, ia meminta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk menyelenggarakan rakortas untuk menunda keputusan impor.

"Dengan ini Ombudsman RI menyatakan pertama meminta Menko melaksanakan rakortas menunda keputusan impor, bukan pelaksanaan impor hingga menunggu perkembangan panen dan stok Perum Bulog paling tidak sampai awal Mei," pungkasnya.

(well/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK