Produksi Batu Bara Tembus 102 Juta ton Per 14 Maret

CNN Indonesia | Kamis, 25/03/2021 05:45 WIB
Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara mencapai 102 juta ton pen 14 Maret atau 18,65 persen dari target tahun ini. Kementerian ESDM mencatat produksi batu bara mencapai 102 juta ton pen 14 Maret atau 18,65 persen dari target tahun ini. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian ESDM mengungkapkan produksi batu bara mencapai 102 juta ton per 14 Maret 2021. Angka itu mewakili 18,65 persen dari target produksi tahun ini, 550 juta ton.

Deputi Direktur Ditjen Minerba Kementerian ESDM Andri Firmanto mengatakan Indonesia saat ini memiliki sumber daya batu bara sebesar 143 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 38,85 miliar ton. Jumlah itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu pemain besar mineral tersebut di kancah global.

"Cadangan batu bara Indonesia merupakan terbesar keenam di dunia, sehingga Indonesia berperan penting dalam industri pertambangan batu bara global," ujarnya dalam acara Mining Forum CNBC Indonesia, Rabu (24/3).


Saat ini, lanjutnya, pemerintah tengah mendorong nilai tambah batu bara salah satunya melalui proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Proyek tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan substitusi impor elpiji dan etanol.

"Program pengembangan dan pemanfaatan batu bara saat ini fokus untuk kemandirian energi, di mana yang menjadi salah satu prioritas adalah pemerintah mendorong pengembangan batu bara untuk menghasilkan etanol dan DME," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengungkapkan dalam skenario paling ekstrem, produksi batu bara Indonesia harus dipangkas hingga 90 persen pada 2050. Tujuannya, untuk menurunkan suhu 1,5 derajat celcius.

Pasalnya, kini perubahan iklim menjadi tantangan yang harus dihadapi industri batu bara ke depan. Sebagai penyumbang pemanasan global terbesar dari sektor energi, tuntutan untuk menurunkan penggunaan batu bara semakin tinggi.

[Gambas:Video CNN]

"Jika kami mengikuti penurunan 1,5 derajat suhu bumi, penggunaan batu bara ditargetkan turun hingga 90 persen. Ini tantangan besar bagi kita. Kalau ini terjadi kita akan mengurangi produksi batu bara kita hingga 90 persen dan juga dampak-dampaknya," ujar Ridwan dalam diskusi virtual belum lama ini.

Sementara, dalam acuan yang dipegang oleh pengambil kebijakan di dunia saat ini, penurunan permintaan batu bara hingga 2050 akan mencapai 40 persen (4,7 juta ton).

(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK