China Penghasil Listrik Tenaga Batu Bara Terbesar Sejagat

CNN Indonesia | Senin, 29/03/2021 14:21 WIB
China menjadi negara penghasil tenaga listrik berbasis batu bara terbesar sejagat pada 2020. Produksinya mencapai 53 persen dari total seluruh negara di dunia. China menjadi penghasil pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di dunia pada 2020. Ilustrasi. ((ANTARA FOTO/Makna Zaezar).
Jakarta, CNN Indonesia --

China kembali menjadi penghasil tenaga listrik berbasis batu bara terbesar dunia pada 2020. Hasil produksinya mencapai 53 persen dari total di seluruh negara di dunia.

Jumlah produksi Negeri Tirai Bambu itu bahkan meningkat sekitar 9 persen dari total produksi lima tahun terakhir. Penelitian Ember, perusahaan energi yang berbasis di London, Inggris, mencatat China menjadi satu-satunya negara G20 yang mengalami kenaikan produksi batu bara yang signifikan pada tahun lalu.

Peningkatan produksi tenaga listrik berbasis batu bara China naik di tengah komitmen pengembangan energi baru terbarukan di negara tersebut. China menargetkan emisi gas rumah kaca akan berkurang sebelum 2030 dan mencapai netral pada 2060.


Hal ini diwujudkan China dengan membangun pembangkit listrik tenaga angin dengan kapasitas mencapai 71,7 GW dan pembangkit listrik tenaga surya atau matahari berkapasitas 48,2 GW pada tahun lalu.

"China seperti kapal besar dan butuh waktu untuk berbalik arah," ungkap Analis Senior Ember Muyi Yang dalam penelitiannya seperti dilansir dari Reuters, Senin (29/3).

Lebih lanjut, instalasi batu baru China mencapai 38,4 GW pada 2020. Jumlahnya setara tiga kali lipat dari rata-rata yang dibangun negara lain di dunia.

Kendati begitu, negara yang dipimpin Presiden Xi Jinping itu terus mengurangi pangsa batu bara dalam konsumsi energinya, yakni dari 70 persen menjadi 56,8 persen dari total konsumsi energi pada tahun lalu. Namun, volume pembangkitnya tetap naik 19 persen dari kurun waktu 2016-2020.

[Gambas:Video CNN]

Pemerintah China sempat berjanji bahwa mereka akan mengontrol laju pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara pada 2021-2025.

"Konsumsi batu bara akan dibatasi, dan itu akan berdampak besar pada masa depan pembangkit listrik tenaga batu bara," ucap.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK