Luhut Minta Korsel Investasi di Industri Metal dan EBT RI

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 17:40 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan meminta investor Korsel berinvestasi di industri metal dan EBT RI melalui LPI. Luhut Panjaitan minta investor korsel menanamkan investasi di industri metal dan EBT RI. ((CNN Indonesia/Mesha Mediani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan meminta pemerintah dan investor Korea Selatan (Korsel) mengalirkan investasi ke industri metal dan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Aliran investasi bisa masuk secara langsung ke proyek yang dituju maupun lewat Lembaga Pengelola Investasi (Indonesia Investment Authority/INA) yang merupakan lembaga pengelola investasi dana abadi (Sovereign Wealth Fund/SWF).

"Kerja sama ini dapat dikembangkan ke berbagai sektor lainnya, seperti investasi di lembaga baru Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan juga mengembangkan industri downstream metal serta energi terbarukan," ujar Luhut dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (9/4).


Luhut meminta negeri ginseng mengalirkan investasinya karena selama ini investasi mereka masuk jajaran lima besar sebagai negara yang sering mengucurkan modalnya ke tanah air. Pada 2020 misalnya, aliran investasi negeri K-Pop itu mencapai US$1,8 miliar melalui 5.467 proyek.

"Korea menempati posisi ke-5 dari 126 negara yang memberi investasi besar di Indonesia," ucapnya.

Berbagai perjanjian dagang dan kerja sama investasi pun sudah banyak ditelurkan oleh kedua negara. Salah satunya, Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

"Saya percaya bahwa bentuk kerja sama ini dapat meningkatkan hubungan perdagangan serta investasi diantara kedua negara," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]

Lebih lanjut, Luhut menjanjikan iklim investasi di Indonesia ke depan akan lebih baik. Sebab, pemerintah telah mereformasi perizinan investasi melalui penerbitan Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Selain itu, pemerintah berusaha mengembalikan mobilitas masyarakat dan aktivitas industri melalui program vaksinasi virus corona atau covid-19.

"Pemerintah percaya bahwa dengan implementasi Omnibus Law (UU Cipta Kerja) dan vaksinasi masal yang tengah dilaksanakan saat ini dapat mempercepat pemulihan ekonomi di Indonesia setelah terdampak covid-19," tandasnya.

(uli/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK