BKPM Buka Strategi Agar Bali Bisa Tarik Investasi Usai Corona

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 14:31 WIB
BKPM mengungkap strategi yang bisa dilakukan Pemda Bali untuk menarik investasi usai perekonomian 'porak poranda' akibat pandemi corona adalah vaksin. BKPM mengungkap beberapa strategi yang bisa dilakukan Provinsi Bali untuk menarik lagi aliran investasi usai perekonomian 'porak poranda' akibat pandemi corona. Ilustrasi. (iStockphoto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkap beberapa strategi yang bisa dilakukan Provinsi Bali untuk menarik lagi aliran investasi setelah perekonomian 'porak poranda' akibat pandemi virus corona.

Direktur Fasilitas Promosi Daerah BKPM Indra Darmawan mengatakan strategi utama pastinya masih berupa percepatan program vaksinasi covid-19. Sebab, ini akan memberi kepercayaan bagi pemilik modal untuk mau berinvestasi ke Bali bila mayoritas masyarakatnya sudah divaksinasi.

"Meski ada masalah berebutan vaksin, tapi tulang punggungnya adalah keadaan sudah aman belum, jadi masalah ini akan jadi tulang punggung untuk membangkitkan kepercayaan," kata Indra di acara Bali Economic and Investment Forum 2021, Kamis (8/4).


Setelah itu, strategi yang perlu dilakukan adalah protokol kesehatan yang ketat di bidang pariwisata. Tujuannya, agar wisatawan mancanegara merasa aman untuk berpelesiran di Indonesia, khususnya Bali.

Bila jumlah wisatawan kembali meningkat, maka akan ada minat investasi lagi. Namun, Indra memberi catatan bahwa penarikan minat wistawan mancanegara ini tak bisa hanya dari mancanegara saja, tapi juga domestik.

Apalagi saat ini, keleluasaan berpergian belum banyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. "Perlu keseimbangan antara jumlah turis," imbuhnya.

Strategi selanjutnya adalah aksi-aksi untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan diskon hotel serta transportasi. "Begitu juga dengan penyediaan self catering, akomodasi private, pelesiran yang jauh dari kerumunan, dan lainnya," terangnya.

Sementara berdasarkan data BKPM, jumlah investasi di Bali memang turun cukup dalam pada 2020. Jumlahnya total hanya mencapai Rp9,6 triliun.

Terdiri dari investasi domestik Rp5,4 triliun dan investasi asing Rp4,2 triliun. Bila dibandingkan tahun sebelumnya, realisasi investasi yang masuk ke Pulau Dewata melorot 30,93 persen dari Rp13,9 triliun.

Tak cuma investasi yang melorot, Dinas Pariwisata Provinsi Bali mencatat 3.000 pekerja di provinsi tersebut kini menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi.

"Ada 3.000 yang di-PHK, angka pengangguran Bali menjadi meningkat, yang biasanya pengangguran Bali paling rendah secara nasional, sekarang posisi ke-18," ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali I Putu Astawa.

Tingginya jumlah PHK membuat jumlah pengangguran meningkat di Bali, dari semula di kisaran 1,2 persen sampai 1,3 persen, kini 5,63 persen.

[Gambas:Video CNN]



(uli/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK