Utang Rp90 T, Waskita Karya Tanggung Beban Bunga Rp4,7 T

CNN Indonesia | Jumat, 09/04/2021 19:05 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk menanggung beban bunga utang mencapai Rp4,7 triliun. Hal ini lantaran perusahaan memiliki utang hampir Rp90 triliun pada 2020. PT Waskita Karya (Persero) Tbk menanggung beban bunga utang mencapai Rp4,7 triliun. Hal ini lantaran perusahaan memiliki utang hampir Rp90 triliun pada 2020.(CNN Indonesia/Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Waskita Karya (Persero) Tbk menanggung beban bunga utang mencapai Rp4,7 triliun. Hal ini lantaran perusahaan memiliki utang hampir Rp90 triliun pada 2020.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan tumpukan utang itu terjadi karena jalan tol yang dijual atau didivestasikan perusahaan tak laku. Investor yang sempat berniat mengambil alih pengelolaan ruas tol yang dijual tersebut menunda rencana mereka.

"Tahun lalu dengan utang yang hampir Rp90 triliun, kami harus menanggung beban bunga Rp4,7 triliun. Jadi memang sangat-sangat berat," kata Destiawan dalam webinar bertajuk Mengukur Infrastruktur yang digelar Kementerian BUMN, Kamis (7/4).


Destiawan menyebut perusahaan melepas kepemilikan di lima ruas tol pada tahun lalu. Namun, karena tak laku, lima ruas tol itu akan diakuisisi oleh Indonesia Investment Authority (INA).

Sementara, manajemen akan menambah empat ruas tol untuk dilepas pada tahun ini. Dengan demikian, total yang akan dilepas adalah sembilan ruas tol.

Destiawan berharap divestasi sembilan ruas tol ini dapat mengurangi beban utang perusahaan. Berdasarkan hitungannya, divestasi ini dapat melepas utang sekitar Rp20 triliun.

"Jadi 2021 INA sudah berfungsi dan kami beberapa luas sudah dibahas untuk diakuisisi oleh INA. Kalau itu terjadi maka ini akan mengurangi beban utang Waskita," terang Destiawan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan penyelesaian utang perusahaan bergantung pada tiga hal, yaitu divestasi, restrukturisasi, dan pandemi covid-19. Namun, divestasi akan berkontribusi besar mengurangi utang perusahaan.

"Divestasi tahun ini saja kalau misalnya kami bisa sesuai target, praktis kami bisa merilis dari sisi utang itu mungkin sampai ke sekitar Rp20 triliun akan lepas efeknya, baik dari pembayaran maupun rekonsolidasi. Belum termasuk profitnya nanti," ucap Taufik.

Sementara, perusahaan juga masih berupaya melakukan negosiasi dengan perbankan demi menekan beban utang tahun ini. Taufik berharap agar restrukturisasi utang bisa segera dilakukan.

"Kami cukup intensif dengan bank sehingga mudah-mudahan ini bisa segera disepakati dan kita bisa lihat efeknya dalam turunnya biaya bunga," ujar dia.

[Gambas:Video CNN]



(aud/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK