Profil Mohamed Bin Zayed yang Namanya Dipakai untuk Tol Japek

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 10:28 WIB
Pemerintah menamai Tol Japek II Elevated dengan Jalan Tol Mohamed Bin Zayed demi memberikan penghormatan padanya. Berikut Putra Mahkota Abu Dhabi itu. Pemerintah menamai Tol Japek II Elevated dengan Jalan Tol Mohamed Bin Zayed. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengubah nama Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated menjadi Jalan Tol Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ).

Pengubahan nama tersebut menandakan besarnya penghormatan Presiden Joko Widodo terhadap sosok MBZ yang merupakan Putra Mahkota Abu Dhabi sekaligus Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA).

Lantas, bagaimana sepak terjang MBZ di UEA dan internasional, serta perannya di Indonesia hingga namanya dijadikan sebagai pengganti Jalan Tol Jakarta-Cikampek II?


MBZ adalah putra Sheikh Zayed bin Sultan al-Nahyan, yang disebut sebagai Bapak Bangsa dan merupakan presiden pertama UEA. Dikutip dari laman resmi kerajaan, MBZ mengenyam pendidikan di al-Ain dan Abu Dhabi hingga berusia 18 tahun.

Setelah itu, MBZ bergabung dengan Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, tempat pendidikan militer prestisius di Britania Raya pada 1979. Ia berlatih menggunakan armour, menerbangkan helikopter, terjun payung, dan sejumlah aktivitas militer lainnya.

Setelah lulus, ia pulang ke UEA untuk bergabung dengan kursus pelatihan perwira di Sharjah UEA. Ia juga dipercaya memegang sejumlah jabatan, mulai dari menjadi Perwira Pasukan Amiri (pasukan keamanan elit UEA) hingga menjadi Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA.

Pada 1991, berbulan-bulan setelah Irak menginvasi Kuwait, pangeran itu membeli banyak sekali persenjataan dari Amerika Serikat untuk menjaga kerajannya dari invasi serupa.

Sejumlah pihak menyangsikan aksi beli senjata tersebut karena dianggap dapat menghancurkan stabilitas wilayah. Tapi, Amerika justru melihat MBZ sebagai mitra yang menjanjikan.

Apalagi sejak MBZ berhasil membujuk ayahnya menggelontorkan US$4 juta ke Departemen Keuangan Amerika Serikat untuk membiayai perang melawan Irak pada 1991 lalu.

[Gambas:Video CNN]

Meski demikian The Muslim 500, teribitan tahunan tentang sosok muslim berpengaruh di dunia, mencatat MBZ mengubah kemampuan militer UEA. Dengan langkah pangeran, mereka tidak hanya dengan membeli perangkat keras militer (lebih dari 80 jet F-16), tetapi juga mengembangkan industri sendiri, baik perangkat keras maupun pasukan khusus.

Militernya juga telah dikerahkan di berbagai konflik termasuk Irak, Somalia, Afghanistan, Libya, dan Yaman. UEA adalah pusat penting untuk perdagangan senjata global yang menyelenggarakan pameran pertahanan terbesar di dunia

MBZ juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Obama hingga menjadi tokoh sentral yang menengahi kesepakatan nuklir AS-Iran.

Ia juga salah satu orang yang berperan membuka perjanjian damai Abraham antara UEA (bersama Bahrain) dengan Israel. Meski dianggap sebagai lompatan besar untuk 'Kesepakatan Abad Ini' dan bisa membuka jalan bagi banyak negara Arab untuk mengikutinya, warga Palestina dan pendukungnya marah besar.

Mereka juga menyebut kesepakatan tersebut sebagai aksi jual habis-habisan.

Andil MBZ di Indonesia

Sementara untuk Indonesia, UEA yang menjadi asal dari Mohamed Bin Zayed,  telah memiliki hubungan diplomatik lebih dari 45 tahun sejak 1976 silam. Hubungan dua negara semakin erat di bidang sosial, kebudayaan, dan ekonomi.

Namun di Indonesia, nama MBZ mulai dikenal publik setelah Presiden Jokowi memberi kepercayaan kepadanya untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru. MBZ menurut Jokowi, dikenal sebagai tokoh yang mampu merombak total Abu Dhabi di Uni Emirat Arab.

"Ia membangun kota baru namanya Masgar City. Dia memiliki reputasi yang sangat baik di dunia," jelasnya.

Di dewan pengarah, MBZ berperan dalam memberi masukan dan nasehat, mempromosikan serta membangun kepercayaan investor global agar mau berinvestasi di Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan bahwa selain penghormatan bagi UAE, latar belakang pemberian nama Jalan Tol MBZ karena pemerintah UAE juga menyematkan nama Presiden Jokowi sebagai nama salah satu jalan tol strategis di negara tersebut.

"Ini juga merupakan sebuah penghormatan pada bangsa Indonesia yang diberikan oleh pemerintah UAE khususnya Sheikh Mohamed Bin Zayed. Jadi, itulah latar belakang dari perubahan nama ini," ujarnya.

Khusus pada bidang ekonomi, UAE merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia baik pembangunan infrastruktur maupun dukungan finansial lainnya. Terakhir, pemerintah UAS mengumumkan akan berinvestasi pada Lembaga Pengelola Investasi (LPI) milik Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA).

Total nilai investasi yang akan diberikan ke LPI mencapai US$10 miliar. "Dukungan terakhir dalam volume besar kepada Indonesia Investment Authority, jadi lembaga Sovereign Wealth Fund Indonesia yang dibentuk beberapa waktu lalu," pungkas Pratikno.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK