Budiman Sudjatmiko Bersuara Soal Dana Bukit Algoritma Rp18 T

CNN Indonesia | Senin, 12/04/2021 06:56 WIB
Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya Budiman Sudjatmiko mengatakan dana Rp18 triliun untuk pengembangan Bukit Algoritma di Sukabumi bukan dari APBN. Budiman Sudjatmiko memastikan dana Rp18 triliun untuk pengembangan Bukit Algoritma di Sukabumi bukan berasal dari APBN. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho).
Jakarta, CNN Indonesia --

Politisi PDI Perjuangan sekaligus pendiri Gerakan Inovator 4.0 Budiman Sudjatmiko bersuara soal pembangunan proyek Bukit Algoritma yang diperkirakan menelan dana 1 miliar euro atau setara Rp18 triliun.

Proyek akan dikembangkan PT Kiniku Bintang Raya di lahan seluas 888 hektare di Cikadang dan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.


Ia memastikan dana itu tidak berasal dari APBN, tapi investor baik dalam maupun luar negeri.

"Kami punya ide, kami tawarkan ke investor. Kemudian banyak investor dalam dan luar negeri tertarik. Kemudian dipercayakan kepada kami, kami kemudian cari kontraktor," ujar Budiman yang juga ketua pelaksana PT Kiniku Bintang Raya kepada CNNIndonesia.com Sabtu (10/4).

Ia melanjutkan Kiniku kemudian menggandeng PT Amarta Karya (Persero) sebagai kontraktor yang nantinya akan dibayar menggunakan dana dari para investor tersebut. Perusahaan pelat merah itu akan membangun infrastruktur kawasan tersebut mulai dari jalan, instalasi air dan listrik hingga gedung-gedung.

"Kami meminta Amarta mengerjakan infrastruktur, bukan hanya membangun jalan tapi gedung-gedung fasilitas riset tempat untuk para tenant yang akan menggunakan atau menyewa itu. Jadi kita bayarkan," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Sayangnya Budiman enggan membocorkan nama-nama investor untuk megaproyek tersebut.

"Ada dari beberapa  negara lah, ada Eropa, Amerika, mereka menolak disebutkan dulu," klaimnya.

Bukit algoritma sendiri akan dikembangkan menjadi 'Silicon Valley' di Indonesia, yaitu kawasan pengembangan riset dan sumber daya manusia yang berbasis industri 4.0. Harapannya, kawasan ini juga bisa meningkatkan pembangunan infrastruktur di dalam negeri secara berkelanjutan.

Budiman berharap Bukit Bintang juga mendapatkan status sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) sehingga dapat memperoleh berbagai insentif fiskal dari pemerintah.

"Kebetulan salah satu investor kami ada yang sudah ketemu Pak Bahlil (Kepala BKPM) dan akan mendapatkan insentif perpajakannya," tandas Budiman.

(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK