Alfamart Bakal Terbitkan Saham Baru

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 15:38 WIB
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart menyatakan pihaknya bakal menerbitkan saham baru lewat private placement. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart menyatakan pihaknya bakal menerbitkan saham baru lewat private placement.(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart menyatakan pihaknya bakal melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau penerbitan saham baru lewat private placement.

Namun, saat ini perusahaan belum dapat merinci berapa banyak saham yang akan diterbitkan, harga, rasio, perkiraan dana terhimpun, atau kapan aksi korporasi bakal dilaksanakan.

"Perseroan belum dapat menjawab harga pelaksanaan, rasio, perkiraan dana yang dihimpun dari PMHMETD serta jadwal indikatif PMHMETD," jelas Corporate Secretary Alfamart Tomin Widian dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (13/4).


Ia menyatakan informasi itu akan disampaikan kepada BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketika diperoleh persetujuan pemegang saham perseroan.

"Informasi mengenai pemegang saham atau pihak yang akan melaksanakan atau tidak melaksanakan haknya dalam PMHMETD akan disampaikan kepada Bursa pada saat yang bersamaan dengan pernyataan pendaftaran yang perseroan sampaikan kepada OJK," lanjutnya.

Lebih lanjut, Tomin menyatakan belum memiliki informasi terkait pihak yang akan menjadi pembeli siaga (stand by buyer) dalam private placement. Informasi itu, lanjutnya, bakal disertakan dalam pernyataan pendaftaran perusahaan.

Namun yang pasti, perusahaan tidak melakukan penerbitan waran. Dalam aksi korporasi ini, ia juga memastikan tidak akan berdampak pada perubahan struktur manajemen atau pengendalian perusahaan.

Kemudian, ia menyampaikan dana yang akan dihimpun nantinya akan digunakan untuk investasi pada perusahaan teknologi, belanja modal, dan modal kerja perseroan.

Dia menyampaikan, Alfamart belum menandatangani perjanjian apapun terkait transaksi investasi dengan perusahaan berbasis teknologi.

"Oleh karenanya, perseroan belum dapat memberikan informasi terkait target perusahaan teknologi yang akan diinvestasikan atau dilakukan penyertaan saham beserta perkiraan nilai perolehannya," terangnya.

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK