Bandara Tetap Pakai GeNose untuk Perjalanan Selama Puasa

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 19:32 WIB
AP I dan AP II belum melakukan perubahan kebijakan untuk tes GeNose selama bulan puasa. AP I dan AP II belum melakukan perubahan kebijakan untuk tes GeNose selama bulan puasa. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II belum melakukan perubahan kebijakan untuk tes GeNose lima bandara kelolaan AP II yang menawarkan tes selama bulan puasa.

VP of Corporate Communication AP II Yado Yarismano mengatakan saat ini tes GeNose masih dilakukan dengan mengikuti ketentuan yang ada, yakni Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Ketentuan tersebut juga mengacu pada SE Kementerian Perhubungan, yakni SE nomor 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.


"Terkait ini kami masih mengikuti sesuai dengan Surat Edaran dari Gugus Tugas dan SE Kementerian Perhubungan," jelasnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/4).

Dalam aturan, dijelaskan bahwa penumpang pesawat terbang dapat menggunakan hasil negatif tes GeNose sebagai syarat perjalanan yang berlaku 1x24 jam sebelum penerbangan.

"Di mana GeNose ini masih menjadi salah satu alternatif untuk pengecekan covid-19 di bandara," tambahnya.

Saat ini, ada lima bandara AP II yang menyediakan tes GeNose, yakni Bandara Internasional Husein Sastranegara Jawa Barat, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Bandara Internasional H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan, Bandara Depati Amir Pangkal Pinang, dan Bandara Sultan Thaha Jambi.

Senada, Corporate Communication Senior Manager AP I Gede Eka Sandi Asmadi menyatakan pemberlakuan GeNose belum berubah di tiga bandara kelolaan AP I.

Adapun tiga bandara yang dimaksud adalah Bandar Udara Internasional Yogyakarta, Bandara Internasional Juanda, Jawa Timur, dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

"Sesuai SE dari Satgas Covid dan SE kementerian Perhubungan pemberlakuan GeNose belum berubah," jelasnya.

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perhubungan Adita Irawati juga memastikan pihaknya tetap menggunakan GeNose sebagai salah satu alat tes virus corona selama Ramadan.

Pernyataan Adita tersebut menanggapi saran dari peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Dian Kesumapramudya agar penggunaan GeNose dilakukan tak lebih dari enam jam setelah sahur selama bulan puasa.

Pasalnya, apabila tes GeNose dilakukan lebih dari enam jam usai sahur, dikhawatirkan berpotensi meningkatkan asam lambung yang dapat mempengaruhi hasil pembacaan GeNose.

"Tetap akan berjalan, dan sesuai arahan dari pihak peneliti, penumpang cukup kumur-kumur dan sikat gigi saja," ujarnya.

Selain itu, ia juga menegaskan Kemenhub memberikan kebebasan bagi penumpang untuk memilih alat test covid-19 sebagai syarat perjalanan. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 pelaku perjalanan transportasi darat, laut, dan udara dapat memilih opsi pemeriksaan covid-19 melalui PCR test, rapid test antigen, dan GeNose.

"Itu pilihan penumpang, kami tidak dalam wewenang memberikan anjuran atau rekomendasi," ucapnya.

Sebelumnya, anggota tim peneliti GeNose Mohamad Saifuddin Hakim menambahkan waktu yang dianjurkan untuk pemeriksaan GeNose adalah setelah berbuka puasa, selain maksimal enam jam setelah sahur. "Selain pagi, tes GeNose sebaiknya dilakukan 1 jam setelah berbuka puasa," jelas dia.

Ia menegaskan GeNose masih dapat digunakan untuk pemeriksaan covid-19 saat Ramadan. Penggunaan GeNose sebagai alat test covid-19 saat puasa juga telah mengantongi izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

[Gambas:Video CNN]



(wel/age)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK