Kemenhub: GeNose Tetap Dipakai saat Puasa

CNN Indonesia | Selasa, 13/04/2021 18:51 WIB
GeNose tetap digunakan sebagai salah satu alat tes covid-19 selama puasa, meski disebut hasilnya bisa kurang efektif jika dilakukan lebih dari 6 jam usai sahur. GeNose tetap digunakan sebagai salah satu alat tes covid-19 selama puasa, meski disebut hasilnya tak efektif jika dilakukan lebih dari 6 jam usai sahur. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati memastikan Kementerian Perhubungan tetap menggunakan GeNose sebagai salah satu alat tes virus corona (covid-19) selama puasa Ramadan.

Pernyataan Adita tersebut menanggapi saran dari peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) Dian Kesumapramudya agar penggunaan GeNose dilakukan tidak lebih dari enam jam setelah sahur selama bulan puasa.

Tes GeNose yang dilakukan lebih dari enam jam usai sahur dikhawatirkan mempengaruhi hasil pembacaan GeNose karena potensi peningkatan asam lambung.


"Tetap akan berjalan, dan sesuai arahan dari pihak peneliti, penumpang cukup kumur-kumur dan sikat gigi saja," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/4).

Selain itu, ia juga menegaskan Kemenhub memberikan kebebasan bagi penumpang untuk memilih alat test covid-19 sebagai syarat perjalanan.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021 pelaku perjalanan transportasi darat, laut, dan udara dapat memilih opsi pemeriksaan covid-19 melalui PCR test, rapid test antigen, dan GeNose.

"Itu pilihan penumpang, kami tidak dalam wewenang memberikan anjuran atau rekomendasi," ucapnya.

Terpisah, anggota tim peneliti GeNose Mohamad Saifuddin Hakim menambahkan waktu yang dianjurkan untuk pemeriksaan GeNose adalah setelah berbuka puasa, selain maksimal enam jam setelah sahur.

"Selain pagi, tes GeNose sebaiknya dilakukan 1 jam setelah berbuka puasa," jelas Mohamad.

Ia menegaskan GeNose masih dapat digunakan untuk pemeriksaan covid-19 saat Ramadan. Penggunaan GeNose sebagai alat test covid-19 saat puasa juga telah mengantongi izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

[Gambas:Video CNN]

Catatan Redaksi: Judul artikel ini diubah pada Rabu (14/4) setelah mendapat klarifikasi dari pihak terkait. 


 

(ulf/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK