Ekonom Prediksi Nama-nama Menteri Ekonomi Kena Reshuffle

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 13:54 WIB
Pengamat ekonomi memperkirakan sejumlah menteri bidang ekonomi masuk daftar reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi). Berikut prediksinya. Pengamat ekonomi memperkirakan sejumlah menteri bidang ekonomi masuk daftar reshuffle Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Isu kocok ulang menteri atau reshuffle kembali mencuat setelah Rapat Paripurna DPR menyetujui penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Lalu, DPR juga menyetujui pembentukan Kementerian Investasi.

Bahkan, Staf Khusus Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin di Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengajak Ma'ruf untuk berdiskusi terkait reshuffle kabinet atau kocok ulang menteri.

Lantas, siapa saja menteri yang berpotensi dicopot atau digeser posisinya oleh Jokowi?


Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah berpotensi dicopot oleh Jokowi. Hal ini lantaran Ida terlihat kurang berpihak kepada pekerja atau buruh.

"Terlihat dalam pembahasan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja, seharusnya Menteri Ketenagakerjaan lebih berpihak pada kepentingan pekerja, tapi ini cenderung pasif, misalnya soal formulasi upah," kata Bhima kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/4).

Selain itu, Ida juga seakan kurang memperjuangkan kelanjutan program penyaluran subsidi upah atau bantuan langsung tunai (BLT) bagi pekerja yang upahnya di bawah Rp5 juta per bulan tahun ini. Diketahui, pemerintah memutuskan untuk tak melanjutkan program BLT pekerja tahun ini.

"Jadi seakan buruh tidak punya perwakilan di pemerintahan," imbuh Bhima.

Selain itu, ia juga melihat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berpotensi untuk dicopot. Hal ini karena polemik rencana impor beras.

"Ini terkait kebijakan impor beras. Rencana alokasikan impor beras 1 juta ton tapi tidak berdasarkan kajian yang dalam, sehingga kebijakan dianulir oleh Presiden," terang Bhima.

Kendati demikian, ia menyarankan agar pemerintah tak asal dalam melakukan reshuffle. Menurut Bhima, Jokowi sebaiknya memasukkan wajah baru di kabinet, bukan hanya sekadar menggeser posisi saja.

"Jadi ada sinyal positif bahwa banyak profesional yang bekerja di bidangnya, yang memang menguasai masalah dan bisa bergerak cepat," jelas Bhima.

Senada, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan kinerja Lutfi sebagai Menteri Perdagangan belum cukup menonjol sejauh ini. Maka, ia pun memprediksi Lutfi terkena perombakan kabinet kali ini.

Lalu, ia juga memproyeksi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga dicopot oleh Jokowi. Alasannya sama, Piter melihat kinerja Agus tak menonjol selama pandemi ini.

"Menteri-menteri seperti Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan tidak terlalu menonjol di pandemi ini kena (reshuffle)," kata Piter.

[Gambas:Video CNN]

Hanya saja, Piter mengatakan pergantian ini tak selalu mengartikan bahwa menteri tersebut tidak bagus kinerjanya. Namun, kinerja mereka terbilang biasa-biasa saja.

"Tidak ada terobosan yang dibutuhkan selama pandemi, menteri dengan terobosan dengan kinerja yang ekstra. Jadi bukan karena dia jelek, tapi yang dibutuhkan yang lebih baik. Jadi baik itu tidak cukup, sekarang harus dapat yang lebih baik," pungkas Piter.

(aud/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK