Aset Wika Realty Rp4,7 T Usai Holding BUMN Perhotelan

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 08:11 WIB
WIKA menyebut Wika Realty akan beraset Rp4,7 triliun setelah holding BUMN perhotelan terbentuk. WIKA menyebut Wika Realty akan beraset Rp4,7 triliun setelah holding BUMN perhotelan terbentuk. Ilustrasi hotel BUMN. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyebut anak usahanya, yaitu PT Wika Realty, akan memiliki aset sebesar Rp4,7 triliun, setelah holding BUMN perhotelan terbentuk. Nilai aset itu berasal dari total hotel yang dimiliki BUMN sebanyak 22 hotel.

"(Nilai aset) tahap pertama 22 hotel, kurang lebih Rp4,7 triliun," terang Direktur Utama Wijaya Karya Agung Budi Waskito dalam Webinar bertajuk Mengukur Infrastruktur, Rabu (14/4).

Diketahui, Wika Realty akan menjadi induk holding perhotelan. Hotel yang tergabung dalam holding tersebut adalah milik anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Aero Wisata, PT Hotel Indonesia Natour (Persero), dan anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Patra Jasa.


Agung menjelaskan proses pembentukan holding masih terus berlanjut. Ia menargetkan holding perhotelan dapat terbentuk tahun ini.

Setelah holding terbentuk, Agung menyatakan pihaknya akan merenovasi sejumlah hotel. Manajemen akan menaikkan kelas beberapa hotel, misalnya dari bintang tiga ke bintang empat atau bintang tiga menjadi bintang lima.

"Pariwisata belum baik. Jadi 2021 dan 2022 kami akan renovasi beberapa hotel," imbuh dia.

Hal ini dilakukan agar pendapatan Wika Realty sebagai induk holding perhotelan BUMN bisa meningkat. Dengan demikian, harga jual Wika Realty saat melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) nanti akan semakin tinggi.

Agung menyatakan Wika Realty akan melepas saham di publik pada 2023 nanti. Namun, dia belum menjelaskan rinci terkait target saham yang akan dilepas dan target dana yang diraup dari aksi korporasi tersebut.

Lebih lanjut Agung menjelaskan pihaknya sudah menyusun sejumlah rencana pada tahun ini hingga 2024 mendatang. Pada tahun ini, Wijaya Karya juga berencana mendistribusikan motor gesit, membangun big plant asphalt bitumen, divestasi Prima Terminal Petikemas, investasi di SPAM Jatiluhur, dan meningkatkan kapasitas PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON) 100 ribu ton per tahun.

Lalu, Wijaya Karya berencana untuk berinvestasi dengan membangun smelter nikel pada 2022 mendatang. Selain itu, perusahaan berencana mengantar WIKON untuk menjadi perusahaan publik dan melakukan divestasi atas kepemilikannya di tol Bali dan di PT Citra Marga Lintas Jabar.

Kemudian pada 2023, Wijaya Karya akan mengembangkan transit oriented development (TOD) di Karawang, TOD di Halim, IPO Wika Realty, divestasi Tol Serang-Panimbang, dan IPO PT Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi.

Pada 2024, perusahaan berencana untuk mengantar PT Wijata Karya Bitumen untuk melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), melakukan transformasi Wijaya Karya Rekayasa Konstruksi menjadi PT Wika Industri Energi, dan mengembangkan baterai untuk kendaraan listrik.

Sementara, Agung mengaku cukup optimistis dengan kinerja Wijaya Karya tahun ini. Manajemen menargetkan dapat meraup laba bersih sebesar Rp1,05 triliun tahun ini atau naik signifikan dari realisasi 2020 yang hanya Rp322 miliar.

Lalu, Wijaya Karya menargetkan penjualan tahun ini tembus Rp26 triliun atau naik dari 2020 lalu yang sebesar Rp16 triliun.

Kenaikan penjualan itu berasal dari kontrak baru yang ditargetkan naik dari Rp23 triliun menjadi Rp40 triliun.

Agung menyatakan kontrak baru khusus dari luar negeri ditargetkan sebesar Rp500 miliar. Angkanya turun dari biasanya yang ditargetkan mencapai Rp1 triliun.

"Tapi 2022 kembali Rp1 triliun. Dalam lima tahun ke depan proyek luar negeri ditargetkan dalam satu tahun Rp1 triliun. Khusus 2021 Rp500 miliar," jelas Agung.

Sebagai informasi, Wijaya Karya memiliki beberapa proyek di luar negeri. Proyek yang sedang berjalan saat ini berada di Malaysia, Myanmar, Filipina, Taiwan, dan Nigeria.

[Gambas:Video CNN]



(aud/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK