Pernyataan The Fed Tekan Rupiah ke Rp14.617

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 09:14 WIB
Rupiah melemah 0,10 persen ke level Rp14.617 per dolar AS pada Kamis (15/4) akibat tertekan pernyataan The Fed soal kemungkinan kurangi pembelian obligasi. Rupiah melemah 0,10 persen ke level Rp14.617 per dolar AS pada Kamis (15/4) akibat tertekan pernyataan The Fed. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.617 per dolar AS pada Kamis (15/4) pagi. Posisi tersebut melemah 0,10 persen dibandingkan perdagangan Rabu (14/4) sore di level Rp14.602 per dolar AS.

Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau melemah terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,03 persen, dolar Taiwan melemah 0,13 persen, won Korea Selatan melemah 0,05 persen, yuan China melemah 0,08 persen, ringgit Malaysia melemah 0,02 persen, dan bath Thailand terpantau menguat 0,19 persen.

Sebaliknya yen Jepang menguat 0,05 persen, peso Filipina menguat 0,21 persen dan rupee India menguat 0,04 persen.


Sementara itu, mata uang di negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris menguat 0,06 persen dan dolar Australia menguat 0,06 persen. Sedangkan dolar Kanada melemah 0,02 persen dan franc Swiss melemah 0,13 persen.

Pengamat pasar keuangan Ariston Tjendra mengatakan pergerakan nilai tukar terhadap dolar AS termasuk rupiah masih terkait dengan pergerakan yield Treasury AS.

Hari ini yield Treasury AS kembali meninggi setelah pernyataan Gubernur Teh Fed Jerome Powell yang membuka kemungkinan pengurangan pembelian obligasi lebih dulu sebelum menaikan suku bunga acuan.

Ini akan dilakukan jika terlihat kemajuan pencapaian target The Fed yaitu full employment dan inflasi.

"Yield berada di kisaran 1,64 persen. Sebelumnya di 1,61 persen. Kenaikan yield ini bisa memicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ujarnya dalam keterangan tertulis.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, data-data ekonomi Indonesia yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi masih tertahan. Hal ini bisa menjadi alasan arah penguatan rupiah belum jelas.

"Contohnya: survei tingkat keyakinan konsumen Indonesia bulan Maret membaik 93,4 vs 85,8 tapi penjualan ritel Indonesia di bulan Feb masih menunjukkan penurunan -18,1 persen vs 16,4 persen," imbuhnya.

Namun, data neraca perdagangan Indonesia bulan Maret yang akan dirilis hari ini akan ikut menentukan arah pergerakan rupiah.

"Jika surplus melebihi proyeksi US$1,5 miliar, pelemahan rupiah mungkin bisa tertahan. Potensi rupiah bergerak di kisaran Rp14.580-14.630 per dolar AS hari ini," tandasnya.



(hrf/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK