Pecah Rekor, Ekonomi China Melesat 18,3 Persen di Kuartal I

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 10:05 WIB
Ekonomi China melesat hingga 18,3 persen pada kuartal I 2021. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang tajam usai dihantam pandemi corona. Ekonomi China tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal I 2021. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang tajam usai dihantam pandemi corona.(istockphoto/blackred).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ekonomi China tumbuh hingga 18,3 persen pada kuartal I 2021. Angka ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tajam usai dihantam pandemi corona.

Ekonomi terbesar kedua di dunia itu adalah satu-satunya yang tumbuh positif pada 2020. Saat itu, pertumbuhan ekonomi China didukung oleh aktivitas industri dan ekspor yang lebih baik dari perkiraan ketika virus melanda pasar di seluruh dunia.

"Perekonomian nasional melakukan awal yang baik," kata juru bicara Biro Statistik Nasional Liu Aihua, dikutip dari AFP, Jumat (16/4).


Meskipun angka PDB sedikit di bawah perkiraan dalam survei AFP terhadap para ekonom, angka tersebut masih menandai laju tercepat sejak pencatatan dimulai tiga dekade lalu.

Liu memaparkan lonjakan tajam tersebut sebagian disebabkan oleh faktor-faktor yang tidak dapat dibandingkan seperti angka dasar yang rendah tahun lalu dan peningkatan hari kerja karena staf tetap bekerja selama liburan Tahun Baru Imlek.

Namun, dia menambahkan bahwa pertumbuhan kuartal ke kuartal telah menunjukkan pemulihan yang stabil. Di seluruh sektor utama, China menguat dalam pemulihan ekonomi.

Pada Maret, output industri negara itu naik 14,1 persen per tahun. Sehingga mengerek pertumbuhan kuartal pertama menjadi 24,5 persen.

Penjualan ritel melonjak 34,2 persen, meningkat dari dua bulan pertama dan membawa pertumbuhan kuartal pertama menjadi 33,9 persen karena sebagian besar kehidupan kembali normal.

Namun, Liu mengingatkan lanskap ekonomi internasional yang masih diselimuti ketidakpastian yang tinggi.

Pada Maret, tingkat pengangguran perkotaan turun sedikit menjadi 5,3 persen.

"Pemulihan tetap tidak seimbang, dengan konsumsi swasta tertinggal karena meningkatnya pengangguran," kata kepala ekonom HSBC China Qu Hongbin dalam sebuah laporan baru-baru ini.

Dia menambahkan pertumbuhan PDB yang mendasar kemungkinan besar berada di bawah tingkat pra-pandemi yakni enam persen.

[Gambas:Video CNN]



(age/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK