KPPU Dalami Lonjakan Harga Tak Wajar Telur dan Daging Ayam

CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 18:05 WIB
KPPU mencatat kenaikan harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen tidak diikuti peningkatan di tingkat peternak. KPPU mencatat kenaikan harga daging ayam dan telur di tingkat konsumen tidak diikuti peningkatan di tingkat peternak. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendalami fenomena lonjakan harga tak wajar telur dan daging ayam di beberapa daerah selama Ramadan.

Deputi Kajian dan Advokasi KPPU Taufik Ariyanto mengatakan hal tersebut lantaran kenaikan harga di tingkat konsumen tak diikuti dengan peningkatan harga di tingkat peternak.

"Ke depannya, akan kami pantau dan kami dalami khusus untuk gejolak-gejolak yang tidak simetris ini terutama daging ayam dan telur ayam," ujarnya dalam virtual conference, Jumat (16/4).


Kenaikan harga telur dan daging ayam tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah kerja yang disurvei oleh KPPU. Di kantor wilayah (kanwil) IV yang meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT dan NTB, misalnya, harga ayam potong mengalami lonjakan hampir 30 persen.

Kemudian, untuk kanwil VI yang meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua kenaikan harga daging dan telur ayam mencapai 11 persen-25 persen.

Selain harga daging dan telur ayam, komoditas lain yang mengalami lonjakan harga adalah daging sapi dan cabai. Khusus untuk cabai, lonjakan harga disebabkan oleh sejumlah faktor seperti masalah-masalah panen dan faktor cuaca.

"Kemudian juga ada faktor kendala logistik ada beberapa informasi lapangan yang menyebutkan hambatan pasokan untuk masuk ke pasar karena masalah banjir faktor cuaca dan sebagainya," tutur Taufik.

Kemudian ada pula faktor panjangnya distribusi dari petani hingga ke konsumen. "Ini juga masih jadi PR yang belum terselesaikan di mana jalur distribusinya sangat berjenjang dan panjang," pungkas Taufik.

[Gambas:Video CNN]



(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK