Dogecoin Naik Daun Tembus Rp725 T, Ungguli Bitcoin

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 11:13 WIB
Peredaran Dogecoin mencapai US$50 miliar, mengungguli peredaran mata uang kripto paling populer, yaitu bitcoin. Peredaran Dogecoin tembus US$50 miliar atau Rp725 triliun, mengungguli mata uang kripto paling populer, yaitu bitcoin. (iStockphoto/Adrian Black)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dogecoin naik daun menjadi mata uang kripto yang paling 'panas' pada tahun ini karena nilai peredarannya hampir mencapai US$50 miliar atau Rp725 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS). Bahkan, mengungguli mata uang kripto paling populer, yaitu bitcoin.

Menurut CoinMarketCap, Minggu (18/4), dogecoin menjadi mata uang kripto paling berharga kelima di dunia pada saat ini. Sebab, peredaran dogecoin saat ini sudah mencapai 129 miliar koin, lebih tinggi dari bitcoin sebanyak 21 juta koin.

Salah satu pertimbangannya karena harganya naik sampai 6.000 persen pada tahun ini. Kenaikan harga dogecoin terjadi karena CEO Tesla sekaligus orang kaya dunia, Elon Musk, sempat mengunggah cuitan mengenai dogecoin di akun Twitter pribadinya.


Setiap kali Musk menuliskan cuitan, kemudian harga dogecoin akan melonjak tinggi.

Apa sebenarnya dogecoin?

Seperti mata uang kripto lainnya, dogecoin adalah mata uang digital yang dapat dibeli dan dijual seperti instrumen investasi. Begitu juga untuk dibelanjakan seperti uang pada umumnya.

Bedanya, jika jumlah mata uang kripto terbatas, misalnya bitcoin, tidak demikian dengan dogecoin. Hal ini membuat harga dogecoin per koin lebih rendah, yaitu sekitar tiga sen, sementara bitcoin bisa mencapai US$62 ribu.

[Gambas:Video CNN]

Perbedaan lain, dogecoin tidak banyak digunakan di dunia nyata dan hanya digunakan untuk pasar khusus, misalnya memberi tip ke seniman online.

Selain itu, dogecoin juga hanya digunakan pada komunitas-komunitas yang aktif, misalnya Reddit, yang mengiklankan dogecoin untuk menggalang dana pada 2014.

"Dogecoin bukan merupakan instrumen numismatik alternatif bagi deflasi karena ini adalah eksplorasi pembangunan komunitas di sekitar aset kripto," tulis Ekonom University of New South Wales Usman Chohan dalam makalahnya pada Februari 2021 seperti dilansir dari CNN Business.

Bila melihat latar belakang dogecoin lebih jauh, mata uang kripto ini dimulai pada 6 Desember 2013. Ide pertama kali tercetus dari sebuah lelucon dari sepasang teknisi software, Billy Markus dan Jackson Palmer.

Billy Markus, seorang programmer IBM dari Portland, Oregon, ingin membuat mata uang kripto yang penuh dengan misteri dan pencipta anonim. Tapi, ia ingin mata uang kripto itu tetap terbuka untuk umum.

Ia kemudian mencari bantuan untuk bisa mewujudkan keinginannya. Ia kemudian bertemu dengan Palmer yang bekerja untuk Adobe (ADBE).

Palmer membeli domaindogecoin.com, yang bermula dari meme 'doge' di internet pada saat itu. Ia menyematkan ikon anjing jenis Shiba Inu sebagai maskot yang merupakan meme tiruan dari meme yang sempat menginspirasinya.

Lalu bagaimana dogecoin tiba-tiba populer? Mulanya, dogecoin hanya untuk komunitas tertentu, termasuk Reddit. Harga dogecoin mulai menanjak sekitar 600 persen karena populer di Reddit.

Tapi kenaikan harga dogecoin semakin melesat ketika Elon Musk membagi cuitan di akun Twitternya. Ia menulis 'Doge Barking at the moon' dan seketika harga dogecoin melesat tinggi.

Kendati begitu, investasi dogecoin masih terus menjadi pertanyaan karena bitcoin sebenarnya lebih aktif diperdagangkan dan sudah lebih dikenal, sedang dogecoin terbilang baru.

Namun, Markus yang menggagas ide dogecoin, justru tidak mendapat keuntungan dari mata uang kripto yang digagasnya.

Ia justru menjual semua dogecoin miliknya saat ia menjadi korban PHK pada 2015 dan kemudian hasil penjualannya digunakan untuk membeli mobil Honda Civic.

Sekadar informasi, di Indonesia, aset kripto belum mendapatkan izin transaksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Bank Indonesia (BI).

(uli/bir)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK