PTPN Group Rampungkan Restrukturisasi Kredit Rp41 T

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 08:50 WIB
PTPN III menyelesaikan restrukturisasi kredit Rp41 triliun dari 50 kreditur baik di dalam dan luar negeri sebagai bagian transformasi keuangan. PTPN III menyelesaikan restrukturisasi kredit Rp41 triliun dari 50 kreditur baik di dalam dan luar negeri sebagai bagian transformasi keuangan. Ilustrasi. (Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III telah menyelesaikan restrukturisasi kredit perbankan senilai Rp41 triliun dari 50 kreditur baik di dalam dan luar negeri. Angka itu merupakan bagian dari total restrukturisasi kredit perseroan sebesar Rp45,3 triliun.

Corporate Secretary Holding PTPN III Imelda Alini Pohan menuturkan sisa kredit restrukturisasi senilai kurang lebih Rp4 triliun dalam bentuk surat utang jangka menengah alias Medium Term Note (MTN).

"Khusus perbankan saja yang 100 persen done (selesai) restrukturisasi, senilai Rp41 triliun. Sedangkan, yang MTN kurang lebih Rp4 triliun restrukturisasi bertahap sesuai jatuh temponya," terangnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/4).


Termasuk di dalam kredit yang selesai restrukturisasi yakni kredit sindikasi perbankan dalam bentuk dolar AS senilai US$390,6 juta. Ia menuturkan fasilitas tersebut diberikan oleh sindikasi 18 bank.

"Terdiri dari tiga bank onshore (bank dalam negeri) dan 15 bank offshore (bank asing) dengan total limit sebesar US$390,6 juta. Ini merupakan bagian dari restrukturisasi kredit perbankan sebesar Rp41 triliun," imbuhnya.

Terpisah, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan perseroan telah menandatangani Intercreditor Agreement (ICA) atau perjanjian antar kreditur, yang berisi seluruh anggota kreditur sindikasi dolar AS. Dalam hal ini, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Singapura selaku agen kredit sindikasi tersebut, juga turut menandatangani kesepakatan.

Penandatanganan perjanjian amandemen tersebut merupakan bentuk aksesi (pengesahan) atas perjanjian perubahan (Master Amendment Agreement/MAA) tentang transformasi keuangan PTPN Group. Sebelumnya, MAA itu telah ditandatangani oleh perseroan dengan kreditur dalam negeri secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

"Penandatangan perjanjian amandemen atas perjanjian pinjaman sindikasi dolar AS ini merupakan bentuk kepercayaan kreditur sindikasi dolar AS dalam mendukung upaya transformasi PTPN Group sekaligus," ujarnya dalam keterangan resmi.

Usai penyelesaian restrukturisasi itu, ia menuturkan perusahaan akan melakukan sejumlah langkah korporasi guna meningkatkan performa perusahaan. Meliputi, pemetaan proses bisnis seluruh anak usaha untuk memastikan setiap entitas anak menjalankan bisnis sesuai dengan bisni inti (core business) masing-masing. Selain itu, holding PTPN akan melakukan sinergi masing-masing core business dalam ekosistem bisnis perkebunan yang sehat.

Lewat restrukturisasi, ia optimistis kinerja perseroan dalam jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang lebih optimal. Ia meyakini holding PTPN dapat menjalankan perannya sebagai BUMN di bidang perkebunan dengan baik, yakni memastikan kemandirian pangan berbasis kelapa sawit dan gula.

"Perseroan yakin dapat memenuhi semua kewajiban yang tertuang dalam MAA ini melalui pelaksanaan berbagai program inisiatif yang kami pertajam, terutama dalam hal operational excellence dengan tujuan untuk memperbaiki kinerja serta meningkatkan EBITDA perseroan sehingga dapat memberikan kontribusi terbaik," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]



(ulf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK