Harga Minyak Dunia Naik Tipis Awal Pekan Ini

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 08:22 WIB
Lonjakan kasus covid-19 di India mengerem kenaikan harga minyak dunia pada awal pekan ini. Lonjakan kasus covid-19 di India mengerem kenaikan harga minyak dunia pada awal pekan ini. Ilustrasi. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah global naik terbatas pada perdagangan Senin (19/4), waktu Amerika Serikat (AS). Momentum kenaikan harga minyak di tengah melemahnya dolar AS menjadi anti-klimaks karena lonjakan kasus covid-19 di India.

Melansir Reuters, Selasa (20/4), kontrak berjangka Brent untuk pengiriman Mei menguat 28 sen atau 0,4 persen menjadi US$67,05 per barel.

Sementara itu minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik 25 sen atau 0,4 persen menjadi US$63,38 per barel.


Dolar AS berada di level terendah dalam enam pekan terakhir seiring dengan imbal hasil (yield) obligasi yang berada di level terkecil sejak lima pekan terakhir.

Sebagai catatan, melemahnya dolar AS membuat harga minyak menjadi lebih murah untuk negara lainnya dan mampu mengangkat permintaan sekaligus harga.

Namun, kasus covid-19 di India yang tengah meroket menekan optimisme pemulihan permintaan minyak. Pasalnya, India adalah konsumen dan importir minyak terbesar ketiga dunia.

"Bahaya utama berlanjutnya kenaikan harga minyak adalah kemungkinan munculnya kasus covid-19 dalam skala luas. Terjadi peningkatan kasus di sebagian besar wilayah Asia yang dapat memaksa peninjauan ulang permintaan minyak global akhir-akhir ini," jelas Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, India melaporkan rekor peningkatan infeksi dengan total 15 juta kasus. Krisis covid-19 di India menjadi kasus terbanyak kedua setelah Amerika Serikat yang telah melaporkan lebih dari 31 juta infeksi.

Kematian akibat covid-19 di India juga naik dengan rekor menjadi hampir 180 ribu orang.

Delhi memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) selama 6 hari, bergabung dengan sekitar 13 negara bagian lain di seluruh India yang memutuskan untuk memberlakukan pembatasan, jam malam, atau penguncian di kota mereka.

(wel/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK