BRIncubator 2021 Dukung Transformasi Digital UMKM Kuliner

BRI, CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 13:42 WIB
Bertajuk BRIncubator Go Global, BRI memberi pembinaan dan inkubasi pada 30 UMKM kuliner. Tahap pertama acara ini dimulai pada April hingga akhir Mei 2021. Bertajuk BRIncubator Go Global, BRI memberi pembinaan dan inkubasi pada 30 UMKM kuliner. Tahap pertama acara ini dimulai pada April hingga akhir Mei 2021. (Foto: Arsip BRI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ajang pembinaan dan inkubasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) BRIncubator kembali digelar. Bertajuk BRIncubator Go Global, tahap pertama acara yang rutin diadakan setiap tahun ini akan dimulai pada April hingga akhir Mei 2021.

BRIncubator Go Global 2021 akan melakukan pembinaan dan inkubasi terhadap 30 UMKM di sektor kuliner. Ke-30 peserta yang telah melewati seleksi dari 1.355 UMKM itu akan dibina terkait pola pikir (mindset), kemampuan (skill), dan sikap (attitude). Dengan demikian, mereka menguasai pengetahuan kewirausahaan dasar dan bisa masuk ke bisnis digital.

Executive Vice President Social Enterpreneurship & Incubation Divison BRI Djoko Purwanto berharap, gelaran keempat BRIncubator ini akan mendukung perkembangan UMKM saat bersiap memasuki pasar global, serta menjadi teladan bagi pelaku usaha lain.


"Ujung-ujungnya kami juga akan mengajak teman-teman UMKM untuk ikut pameran kita di akhir tahun, BRILIAN Preneur 2021, yang biasanya dilakukan BRI pada Desember. Jadi harapannya mari kita ikuti kegiatan ini sebaik-baiknya sehingga bisa menaikkelaskan, go global dan berikutnya kita cari lagi peserta-peserta lain sehingga bisa mengumpulkan berbagai UMKM yang siap ekspor," ujar Djoko.

Dalam sambutan saat peluncuran BRIncubator 2021, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan apresiasi dan mengungkapkan, pihaknya berniat untuk meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia menjadi 4 persen lebih.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional BPS, hingga 2020 rasio kewirausahaan di Indonesia berada pada angka 3,47 persen. Angka ini di bawah rasio kewirausahaan negara-negara tetangga seperti Thailand (4,26 persen), Malaysia (4,74 persen), dan Singapura (8,76 persen).

"Pengembangan kewirausahaan lewat pendekatan inkubasi merupakan solusi untuk meningkatkan persentase kewirausahaan kita. Kita akan menuju ke negara maju dan minimum memiliki 4 persen (rasio) kewirausahaan kita, jadi ini PR kita bersama. Pendekatan inkubasi untuk melahirkan wirausaha-wirausaha baru dari yang existing saat ini, dari UMKM yang unggul ini, menjadi penting kita kolaborasikan bersama-sama," kata Teten.

Menurutnya, UMKM yang sudah go digital dan produktif adalah kunci pemulihan ekonomi. Karena itu, acara seperti BRIncubator yang mempersiapkan lebih banyak UMKM memasuki ekosistem digital memegang peran penting.

Melahirkan Pahlawan Lokal Baru

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting menyampaikan bahwa acara BRIncubator 2021 akan membantu perluasan pemasaran berbagai produk UMKM Indonesia. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transformasi UMKM lewat berbagai program dan kegiatan.

"Ragam program telah dilakukan Kementerian BUMN bersama BUMN terkait diantaranya melalui layanan Rumah BUMN, dan layanan pasar digital UMKM atau yang lebih sering dikenal PaDi UMKM. Pada tahun 2020 tercatat 10,7 triliun transaksi dari 9 BUMN piloting kepada UMKM yang ada di PaDi UMKM. Sedangkan sampai dengan triwulan-I 2021, total transaksi PaDi UMKM telah mencapai 3,5 triliun yang melibatkan 5.705 UMKM," papar Loto.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno turut menyatakan apresiasi. Pandemi Covid-19 diakui membawa dunia ke era kenormalan baru, yang memaksa orang untuk cepat beradaptasi. Menurut Sandiaga, BRIncubator 2021 menjadi kesempatan mendapatkan pahlawan-pahlawan lokal baru.

"Salah satunya adalah para pelaku usaha harus mulai melakukan transformasi digital dan menjadi pelaku usaha yang terbuka, inovatif, lincah, serta mampu berkolaborasi. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun para evaluator U-Coach akan menyeleksi para pelaku ekraf (ekonomi kreatif) kuliner secara profesional sesuai dengan kebutuhan program ini," ujar Sandiaga.

Founder & CEO PT U-Coach Djivasrana Grahasada Gendro Salim menyebut, di sepanjang 2021 penyelenggaraan BRIncubator akan difokuskan membantu pengembangan bisnis UMKM di sektor kuliner, fesyen, kerajinan tangan, dekorasi rumah, aksesoris dan kecantikan serta kesehatan.

"Semoga dengan perubahan mindset, dengan perbaikan mutu, kemasan, perbaikan segala macam produk yang nanti akan bantu satu persatu, akan menjadikan produk-produk Indonesia menjadi luar biasa di kancah global maupun lokal," kata Gendro.

(rea)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK