ESDM Lapor ke Jokowi Impor BBM Bisa Disetop 2030

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 17:06 WIB
Kementerian ESDM menyatakan pemerintah bisa menyetop keran impor BBM dan LPG pada 2030. Kemampuan itu disampaikan ke Jokowi di sidang paripurna, Selasa (20/4). Kementerian ESDM menyatakan pemerintah bisa menghentikan impor LPG dan BBM pada 2030 mendatang. (ANTARA FOTO/Didik Setiawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan pemerintah bisa menghentikan atau menutup keran impor BBM dan LPG pada 2030 mendatang. Hal ini diungkapkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sidang paripurna di Istana Negara.

"Dalam strategi nasional direncanakan 2030 ini tidak lagi impor BBM dan diupayakan tidak lagi melakukan impor LPG," ungkap Arifin, Selasa (20/4).

Ia menyatakan ada beberapa poin lain yang diungkapkan ke kepala negara pada sidang paripurna. Salah satunya, potensi kenaikan permintaan energi untuk jangka panjang.


"Disampaikan beberapa isu terkait dengan meningkatnya demand energi untuk jangka panjang dan terbatasnya pasokan dari dalam negeri," tutur Arifin.

Selain itu, Arifin juga mengatakan bahwa pihaknya sedang berupaya mendorong pemakaian energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Hal ini untuk mengurangi emisi.

Saat ini, pemanfaatan EBT baru 10,5 GW. Arifin menargetkan porsi EBT terus meningkat dalam bauran energi nasional dalam jangka panjang.

"Diharapkan meningkat sesuai target menjadi 24 ribu MW pada 2025 dan 2035 kami upayakan bauran ini bisa mencapai 38 ribu MW," jelas Arifin.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya memprioritaskan sektor EBT dalam riset nasional 2020-2024. Ada lima kegiatan utama terkait EBT.

Pertama, uji coba bahan bakar nabati yang berasal dari kelapa sawit menjadi avtur 100 persen. Uji coba ini dilakukan di kilang milik PT Pertamina (Persero).

"Jadi harapannya bisa masuk pada skala produksi bensin diesel dan avtur, dan tentu tujuan akhir bisa kurangi impor dari BBM itu sendiri," tutur Bambang.

Kedua, pengembangan biogas. Ini menjadi alternatif untuk penyediaan listrik di kawasan terpencil.

"Saat ini sudah dikembangkan di beberapa tempat dan harapannya bisa dipakai secara luas," imbuh Bambang.

Ketiga, pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil. Indonesia menjadi salah satu yang memiliki kandungan panas bumi di dunia.

Hanya saja, masih sedikit yang memanfaatkan tenaga panas bumi tersebut. Sebab, butuh modal besar untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi dalam skala besar.

"Makanya pembangkit listrik tenaga panas bumi skala kecil diharapkan bisa dikembangkan di berbagai daerah yang punya kandungan panas bumi, sehingga listrik yang dihasilkan akan bermanfaat bagi daerah sekitar," jelas Bambang.

Keempat, pengembangan baterai listrik. Hal ini komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi gas.

Kelima, menjaga kesiapan teknologi nuklir. Strategi ini perlu dilakukan demi memastikan bahwa pasokan listrik memadai di Indonesia.

"Karena kami harus pastikan ketika ekonomi Indonesia tumbuh harus ada listrik memadai. Kesiapan teknologi nuklir harus dijaga terutama dari unsur keselamatannya," pungkas Bambang.

(aud/agt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK