Wamendag Jamin Komoditas di Sistem Resi Gudang Bakal Terjual

CNN Indonesia | Kamis, 22/04/2021 23:16 WIB
Wamendag Jerry Sambuaga mengungkapkan komoditas yang masuk dalam sistem resi gudang sudah memiliki pembeli siaga (stand by buyer). Wamendag Jerry Sambuaga mengungkapkan komoditas yang masuk dalam sistem resi gudang sudah memiliki pembeli siaga (stand by buyer). (CNN Indonesia/Tri Wahyuni).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga memastikan 20 komoditas yang masuk dalam sistem resi gudang (SRG) akan menemukan pasarnya dan dapat terjual. Hal tersebut diupayakan melalui kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) sebagai pembeli siaga (stand by buyer).

"Bappebti melakukan MoU dengan Aprindo, untuk memastikan barang-barang yang nanti itu dapat tempat penjualannya di ritel, itu salah satu solusi yang bisa kami konkretkan," ujarnya dalam diskusi virtual Literasi SRG, Kamis (22/4).

Jerry menyampaikan selama ini banyak petani, nelayan dan pelaku usaha di daerah yang kesulitan dalam penjualan saat musim panen tiba. Pasalnya mereka tak memiliki tempat penyimpanan atau storage yang dapat menyimpan komoditas lebih lama.


"Dia (petani) harus mencari segala cara untuk bisa menjual dengan harga yang tidak pas, sehingga tengkulak bisa masuk dengan mengijon kepada petani dan seterusnya," ucap Jerry.

Oleh karena itu, ia mendorong SRG yang ada di 123 daerah di Indonesia benar-benar dimanfaatkan. Terlebih, komoditas yang disimpan di SRG dapat dijadikan agunan untuk menarik pinjaman atau kredit murah dari bank.

Di sisi lain, lanjut Jerry, SRG juga dapat memberikan peluang terciptanya rantai pasok yang lebih efisien dan mencegah terjadinya potensi perpanjangan rantai dagang.

"Saya pikir ke depan yang bisa diresikan bukan hanya komoditas, tetapi akan mengalami perkembangan yang lebih sophisticated lagi," jelasnya.

[Gambas:Video CNN]

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengatakan pihaknya tak hanya akan menjadi standby buyer komoditas SRG untuk perdagangan dalam negeri melainkan juga ekspor.

Langkah tersebut sejalan dengan upaya Aprindo mendorong pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar global.

"Ini akan mengemuka ekspor ini karena kita juga sudah mengakses SRG dan beberapa sudah ada yang bekerja sama dengan Aprindo. Kami juga akan jajaki dengan UMKM yang mendorong ekspor. Nah, di sini kita juga lihat kemungkinan kita sebagai stand by buyer untuk mendorong ekspor," pungkasnya.

(hrf/sfr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK